JombangBanget.id - Rois Syuriyah PCNU Jombang sekaligus Pengasuh PP Assaidiyyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas, KH Ahmad Hasan, menjelaskan pentingnya menjaga diri agar tetap fitri alias terbebas dari dosa.
’’Agar terbebas dari dosa, kita harus bergegas melaksanakan rukun Islam. Semua rukun Islam itu menghapus dosa,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (17/4).
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa Ramadan, dan haji ke Baitullah.”
Pertama, syahadat menghapus dosa.
Baca Juga: Jelang Seleknas PB Inkanas, 17 Karateka Jombang Genjot Latihan Intensif
Syahadat adalah pintu masuk Islam sekaligus penghapus dosa terbesar.
Allah Ta’ala berfirman di Surat Al-Anfal 38.
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu.
Nabi bersabda: Islam menghapus apa yang sebelumnya.
Kisah Umar bin Khattab menjadi bukti nyata. Sebelum masuk Islam, dia dikenal keras terhadap kaum muslimin.
Namun setelah mengucapkan syahadat, seluruh dosa masa lalunya diampuni, bahkan ia menjadi salah satu sahabat terbaik dan khalifah agung.
Kedua, salat menghapus dosa.
Salat lima waktu menjadi pembersih dosa yang terus berulang setiap hari.
Nabi bersabda; Salat lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadan ke Ramadan adalah penghapus dosa di antara keduanya selama tidak melakukan dosa besar.
Suatu ketika Nabi memberi perumpamaan: Bagaimana pendapat kalian jika di depan rumah salah seorang dari kalian ada sungai, ia mandi di dalamnya lima kali sehari, apakah tersisa kotoran?
Baca Juga: Tafsir Aktual: Victory (1)
Para sahabat menjawab, ’’Tidak.’’ Nabi bersabda, ’’Itulah perumpamaan salat lima waktu, Allah menghapus dosa dengannya.’’
Imam Al-Hasan al-Basri berkata: Salat adalah cahaya bagi hati, siapa menjaganya maka bersihlah jiwanya.
Ketiga, zakat menghapus dosa.
Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga jiwa.
Allah Ta’ala berfirman di Surat At-Taubah 103. Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka.
Suatu hari Syekh Abdul Qadir al-Jilani didatangi seseorang yang hidup dalam kesulitan dan penuh penyesalan atas dosa-dosanya.
Ia mengadu bahwa hatinya gelisah dan hidupnya terasa sempit. Syekh Abdul Qadir kemudian menasihatinya agar memperbanyak sedekah.
Orang itu berkata, ’’Aku sendiri kekurangan, bagaimana bisa bersedekah?’’
Beliau menjawab, ’’Bersedekahlah walau dengan sesuatu yang kecil, karena sedekah itu membersihkan dosa dan membuka pintu rezeki.’’
Orang tersebut pun mulai bersedekah dari apa yang ia miliki, meskipun sedikit.
Baca Juga: Tambalan Aspal Tak Bertahan Lama, Jalan Jombang-Ploso Kembali Rusak
Tidak lama kemudian, ia merasakan ketenangan dalam hatinya, dan Allah melapangkan rezekinya.
Keempat, puasa menghapus dosa.
Nabi bersabda; Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Kelima, haji menghapus dosa.
Nabi bersabda; Barang siapa berhaji lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari dilahirkan ibunya tanpa dosa. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz