JombangBanget.id – Akses jalan menuju Dusun Pojok, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang lumpuh setelah jalan lingkungan ambles diterjang banjir (30/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang bersama warga mulai melakukan penanganan darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, mengatakan penanganan dilakukan cepat agar akses tidak terputus terlalu lama.
Baca Juga: Pesta Medali! Inkanas Jombang Keluar sebagai Juara Umum Kejurda Jatim
”Kami bangun jembatan darurat agar warga tetap bisa beraktivitas,” ujarnya, Rabu (1/4).
Jalan sepanjang lebih dari 15 meter di RT 06/RW 03 ambles usai diterjang arus deras luapan Sungai Pojok.
Kondisi itu membuat jalur utama warga tidak bisa dilalui sama sekali.
”Akses sempat lumpuh total, makanya penanganan dipercepat,” katanya.
Baca Juga: Student Journalism: Nilai Manusia Ditentukan Akhirnya
Wiku menjelaskan, pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat.
Tahap awal difokuskan pada pemasangan rangka dasar menggunakan bambu dan tiang penyangga.
”Ini tahap awal, kami pasang rangka dulu,” ucapnya.
Selanjutnya, konstruksi jalan darurat akan diperkuat agar aman dilalui warga.
”Besok kami tambah penguatan di bagian atas, supaya lebih aman digunakan,” katanya.
Sebanyak 13 personel BPBD diterjunkan dalam proses tersebut. Mereka bekerja bersama warga untuk mempercepat pemulihan akses.
”Kami turunkan 13 personel, dibantu warga,” ujarnya.
Meski tersedia jalur alternatif, warga harus memutar cukup jauh sehingga dinilai tidak efektif. Karena itu, jembatan darurat menjadi solusi paling cepat saat ini.
Baca Juga: Hilang Konsentrasi, HR-V Tabrak Truk Tangki hingga Terpental di Tol Jombang-Mojokerto
”Kalau lewat jalur lain terlalu jauh, jadi ini yang paling memungkinkan,” katanya.
Di sisi lain, BPBD juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
”Kalau tidak mendesak, kurangi aktivitas luar rumah. Saat hujan deras, segera cari tempat aman,” tegasnya.
Kepala Desa Klitih, Siti Roaini, memastikan perbaikan permanen jalan akan segera diupayakan.
Ia berharap ada dukungan dari pemerintah kabupaten agar proses pemulihan lebih cepat.
”Perbaikan permanen segera kami upayakan, kami juga berharap ada bantuan pemkab,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi menyebut terkait dengan kerusakan jalan itu pihaknya memang telah melakukan pengecekan ke lokasi.
Hasilnya, diketahui adanya benturan kewenangan soal penanganannya.
”Jadi setelah kita cek, kondisinya memang secara kewenangan sungai itu ada di BBWS karena merupakan jaringan dari Kali Beng,” lanjutnya.
Baca Juga: Tafsir Aktual: Quraisy (6)
Kendati demikian, pihaknya menyebut Pemkab Jombang masih punya opsi untuk melakukan perbaikan lanjutan dengan menggunakan skema lain untuk jalannya.
”Kita akan koordinasi sama BPBD juga, apakah nanti mungkin masuk tanggap bencana dan bisa melalu BTT atau bagaimana,” pungkasnya.
Diketahui, kerusakan jalan terjadi setelah banjir akibat luapan sungai menerjang Desa Klitih pada Senin (30/3) malam.
Jalan paving sekitar 15 meter di bantaran sungai ambles menjadikan akses jalan warga terputus. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz