Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kajian Ramadan Unipdu Jombang: Anak Makin Dekat Gadget, Orang Tua Harus Lakukan Ini

Anggi Fridianto • Jumat, 27 Februari 2026 | 07:13 WIB

CERDAS: Hj Uswatun Qoyyimah SS Med PhD saat menyampaikan materi kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Qur’an Unipdu Jombang, Kamis (26/2).
CERDAS: Hj Uswatun Qoyyimah SS Med PhD saat menyampaikan materi kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Qur’an Unipdu Jombang, Kamis (26/2).

JombangBanget.id – Kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Qur’an Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Kamis (26/2), mengangkat tema Relasi Keluarga di Era Gadget: Membangun Kedekatan Nyata di Tengah Kedekatan Virtual.

Wakil Rektor Unipdu Bidang Keuangan dan SDM, Hj Uswatun Qoyyimah SS Med PhD, selaku pemateri menegaskan pentingnya membangun kedekatan nyata di tengah kedekatan virtual.

’’Keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga nilai, moral, dan identitas generasi di era digital. Bangun komunikasi yang sehat. Saling menghargai antar anggota keluarga,’’ urainya.

Komunikasi dan negosiasi dalam keluarga sangat penting.

’’Orang tua tidak cukup hanya memberi aturan, tetapi perlu membangun dialog terbuka dengan anak,’’ katanya.

Peran orang tua memang lebih besar, tapi tidak semua orang tua memiliki kemampuan parenting yang sama.

’’Itu sebabnya literasi dan pembelajaran terus menerus penting,’’ tandasnya.

Di era digital, tantangan keluarga semakin kompleks. Anak-anak tumbuh dalam lingkungan serba gadget dan media sosial.

Mereka memiliki ruang ekspresi yang lebih luas karena akses digital terbuka lebar.

Karena itu, orang tua dituntut meningkatkan literasi digital. Tujuannya agar mampu mendampingi sekaligus mengontrol aktivitas anak di ruang digital.

’’Pengetahuan sekarang sumbernya dari mana saja. Orang tua perlu literasi digital agar bisa menjaga anak dari sisi etika dan nilai,’’ tegasnya.

Baca Juga: Kajian Ramadan Unipdu Jombang: Jangan Terjebak Hidup Serba Instan

Dari sisi sosial, tujuan keluarga tidak sekadar membangun rumah tangga, tetapi juga membangun masyarakat.

Ia mengutip Surat At-Tahrim ayat 6 yang menekankan tanggung jawab menjaga keluarga dari api neraka.

’’Intinya menjaga anggota keluarga dari kemaksiatan. Caranya dengan menanamkan nilai atau value kepada seluruh anggota keluarga,’’ terangnya.

Setiap keluarga memiliki nilai yang berbeda. Hal itu berpengaruh terhadap karakter anak.

Terlebih bagi para calon pendidik. Mereka akan menghadapi siswa dari latar belakang keluarga dengan nilai beragam.

Selain sebagai tempat penanaman nilai, keluarga juga berfungsi sebagai dukungan emosional.

Orang tua memiliki peran besar memberi rasa aman dan nyaman.

Keluarga juga berfungsi sebagai moral correction atau pengingat ketika anggota keluarga melakukan kesalahan.

’’Keluarga juga menjadi tempat konstruksi identitas. Misalnya sebagai akademisi, sebagai ibu, sebagai orang Indonesia, sebagai muslim. Identitas itu terbentuk dari lingkungan keluarga,’’ paparnya.

Keluarga juga merupakan unit ekonomi. Peran ayah sebagai pencari nafkah dan ibu sebagai pendukung tetap saling melengkapi.

Pembagian peran tersebut memengaruhi pola relasi dalam rumah tangga.

’’Role akan menentukan relasi. Ketika peran dipahami dengan baik, hubungan dalam keluarga akan lebih harmonis,’’ ungkapnya. (ang/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#dosen #mahasiswa jombang #virtual #PP Darul Ulum Rejoso #unipdu #Kajian Ramadan #Mahasiswa #gadget #Jombang #kajian ramadan unipdu #orang tua #UNIPDU Jombang #Anak