Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Rusak di Mana-Mana! Jalan Nasional di Jombang Jadi 'Ladang Lubang', Begini Kata BBPJN Jatim-Bali

Achmad RW • Minggu, 22 Februari 2026 | 11:20 WIB

BAHAYA: Kondisi jalan nasional di Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, Jombang berlubang, (21/2).
BAHAYA: Kondisi jalan nasional di Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, Jombang berlubang, (21/2).

JombangBanget.id – Kondisi jalan nasional di sejumlah titik di Kabupaten Jombang dikeluhkan warga.

Kondisinya penuh lubang yang membahayakan pengendara. Salah satu titik kerusakan terparah bisa dilihat di Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Jombang.

Hingga Sabtu (21.2) siang kondisi jalan penuh lubang.

Kondisi yang sama bisa ditemukan hingga Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito.

Bahkan hingga Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung.

’’Selama musim hujan ini kerusakannya makin menjadi-jadi, makin banyak lubangnya dan makin dalam,’’ kata Udin, 38, warga Sumobito.

Kondisi jalan itu sangat membahayakan. Terutama karena lubang jalannya menyebar.

’’Tidak bisa dipilih lagi jalannya, karena di jalur cepat banyak, di tengah juga banyak, di pinggir apalagi,’’ tambahnya.

Kondisi itu kerap menjebak pengendara. Puluhan kecelakaan terjadi disebabkan kondisi jalan tersebut.

’’Sudah puluhan kali terjadi kecelakaan, kasihan pengguna jalan,’’ ujarnya.

Kondisi serupa juga terlihat di Jl Gatot Subroto Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang. Di jalur satu arah ini, lubang terlihat menyebar merata di sejumlah titik.

Baca Juga: Deretan PJU Padam, Jalan Nasional di Perak Jombang Gelap

’’Lubangnya dari kejauhan tidak terlalu terlihat, sehingga pengendara motor sering terjatuh,’’ terang Nizar, 28, warga Mojongapit.

Perbaikan selama ini hanya terlihat dilakukan tambal sulam. Kondisi itu membuat kerusakan terus berulang.

’’Sebetulnya yang rusak tetap tempatnya. Tapi karena cuma tambal sulam, bukannya makin bagus malah kayak makin banyak polisi tidur,’’ ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Siti Sekar Gondo Arum, menegaskan sedang melakukan perbaikan.

’’Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, namun perbaikan tengah dilakukan di sejumlah titik,’’ terangnya.

Sejak Jumat (20/2), perbaikan dan penambalan jalan dilakukan di sejumlah titik di perbatasan Jombang-Mojokerto.

’’Untuk yang hari ini (21/2), kami lanjutkan kegiatan di sana (Plosokerep,Red). Ada tiga tim kami yang melanjutkan kegiatan di sana,’’ bebernya.

Perbaikan yang dilakukan berupa perbaikan darurat dan cepat. Yakni dengan tambal sulam saja.

’’Sementara kami maksimalkan untuk penanganan sebelum Lebaran. Kami melakukan pengupasan aspal menggunakan CMM (cold milling machine),’’ paparnya.

Setelah Lebaran, Kementerian PU baru akan melanjutkan perbaikan jalan dengan material yang lebih baik. Tahun ini memang akan ada kegiatan preservasi di jalan itu.

’’Setelah itu (Lebaran,Red) baru akan dilaksanakan preservasi di beberapa titik, seperti di Lingkar Mojoagung, Gatot Subroto, Basuki Rahmat, Mastrip dan Jogoloyo, untuk teknisnya nanti menggunakan penanganan aspal  (flexible pavement),’’ ungkapnya. (riz/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#berlubang #Pemkab Jombang #Mojoagung #jogoloyo #Jogoroto #jalan nasional #jalan nasional rusak #lubang #lubang jalan #Jombang #jalan rusak #BBPJN Jatim-Bali