JombangBanget.id - HM Adib Zamzami dari PP Tarbiyatun Nasyiin Paculgowang, menjelaskan tanda mendapatkan keberkahan.
"Tanda dapat berkah Rajab yakni salat ada perbaikan dan peningkatan meskipun sedikit. Tanda dapat Berkah Syakban salawat meningkat," tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Jannatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (11/2).
Bulan Rajab dan Syakban adalah dua bulan mulia yang menjadi pengantar menuju Ramadan.
Keduanya bulan persiapan agar seorang hamba memasuki Ramadan dalam keadaan hati yang hidup dan ibadah yang meningkat.
Tanda mendapat berkah Rajab: Salat ada perbaikan dan peningkatan. Karena di bulan Rajab turun perintah salat.
Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda: Pokok urusan adalah Islam, dan tiangnya adalah salat.
Jika di bulan Rajab seseorang: Mulai menjaga salat berjamaah. Lebih khusyuk. Menambah rawatib. Tidak lagi menunda-nunda salat.
Maka itu tanda Allah memberinya keberkahan Rajab.
Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu berkata: Sesungguhnya perkara terpenting dalam urusan kalian di sisiku adalah salat. Barang siapa menjaganya, ia menjaga agamanya.
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Wahai anak Adam, salatlah! Karena ia adalah jalan menuju Tuhanmu.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa di antara tanda diterimanya amal adalah amal berikutnya menjadi lebih baik.
Baca Juga: Binrohtal: Syakban Jadi Kunci Kesiapan Ibadah Jelang Ramadan
Rasulullah bersabda: Alam yang dicintai Allah adalah yang paling kontinyu meskipun sedikit.
Perbaikan kecil dalam salat—lebih tepat waktu, lebih khusyuk, lebih sering berjamaah—adalah tanda keberkahan Rajab.
Tanda mendapat berkah Syajban: Salawat neningkat. Karena di bukan Syakban turun perintah salawat.
Syakban bulan peningkatan cinta kepada Rasulullah melalui salawat.
Rasulullah bersabda: Barang siapa bersalawat kepadaku sekali, Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Perbanyaklah salawat kepada Nabi kalian, karena salawat itu cahaya pada hari kiamat.”
Imam Syafi’i rahimahullah sangat mencintai salawat. Beliau berkata: Aku suka memperbanyak salawat kepada Nabi pada setiap keadaan.
Jika masuk Syakban: Lisan lebih sering membaca salawat. Hati lebih rindu kepada Rasulullah. Majelis-majelis dihiasi salawat. Maka itu tanda keberkahan Syakban.
Dikisahkan seorang tabi’in ditanya: “Bagaimana engkau mencapai kedudukan ini dalam ibadah?”
Ia menjawab: "Aku tidak langsung menjadi seperti ini. Aku hanya memperbaiki satu salatku. Ketika salatku membaik, Allah memperbaiki hatiku. Ketika hatiku membaik, lisanku ringan untuk berzikir dan bersalawat."
Ada pula kisah seorang ulama yang berkata: “Aku tidak mampu qiyamul lail panjang. Maka aku memulai dengan dua rakaat. Aku tidak mampu bersalawat seribu kali. Maka aku memulai sepuluh kali. Tapi aku menjaga itu setiap hari.”
Beberapa tahun kemudian, ia menjadi ahli ibadah. Inilah makna berkah: Yang sedikit menjadi bernilai dan berkelanjutan.
Rajab memperbaiki tiang agama (salat). Syakban menguatkan cinta kepada Nabi (salawat). Ramadan menyempurnakan semuanya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz