JombangBanget.id - Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Ngoro, Jombang KH Moh Mahrus, menjelaskan keutamaan bulan Syakban.
Selasa (20/1) kita sudah masuk tanggal 1 Syakban.
’’Syakban ini disebut sebagai bulannya Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam,’’ tuturnya, saat usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (20/1).
Syakban artinya jalan setapak. ’’Jalan persiapan rohani dan spiritual menuju Ramadan,’’ terangnya.
Pada bulan ini kaum mukmin mempersiapkan diri secara rohani sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Amal ibadah mulai ditingkatkan, khususnya puasa dan memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
’’Syakban disebut bulan Nabi karena Rasulullah memperbanyak puasa di bulan ini,’’ ungkapnya.
Aisyah radiyallahu anha berkata: Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Syakban.
Ketika ditanya alasan memperbanyak puasa di bulan Syakban, Rasulullah bersabda: Itu adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadan.
Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Allah, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.
Ini menunjukkan, Sya‘ban bulan diangkatnya amalan.
Baca Juga: Binrohtal: Bukan Cuma Gerakan, Ini Rahasia Salat yang Bikin Hidup Lebih Tenang
’’Syakban juga bulan diturunkannya perintah bersalawat,’’ ucapnya.
Di bulan Syakban turun perintah Allah untuk bersalawat kepada Nabi. QS Al-Ahzab 56.
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat kepada Nabi.
Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.
Nabi bersabda; Barang siapa bersalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali.
Salawat ini istimewa karena Allah dan malaikat pun bersalawat kepada Nabi.
Salawat menjadi sebab turunnya rahmat, ampunan dosa, dan pengangkat derajat seorang hamba.
Suatu ketika tiga malaikat mendatangi Rasulullah.
Malaikat Jibril berkata; Orang yang dalam sehari membaca 10 salawat, maka ia akan dituntun melewati siratal mustaqim.
Malaikat Mikail berkata: Orang yang dalam sehari membaca 10 salawat, maka ia akan bersujud dan tidak mengangkat kepalanya hingga Allah mengampuninya.
Malaikat Izrail berkata: Orang yang dalam sehari membaca 10 salawat, maka nyawanya akan dicabut dengan kelembutan seperti dicabutnya nyawa para nabi.
Abdullah bin Mas‘ud radiyallahu anhu berkata: Siapa yang ingin bertemu Allah dalam keadaan mulia, maka perbanyaklah salawat kepada Nabi Muhammad.
Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Perbanyaklah salawat kepada Nabi, karena ia adalah cahaya di kubur dan penolong di hari kiamat.
Imam Syafi‘i rahimahullah berkata: Salawat kepada Nabi adalah sebab terkabulnya doa.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani rahimahullah berpesan: Barang siapa ingin hatinya hidup, maka hidupkanlah ia dengan salawat kepada Nabi.
Dikisahkan ada seorang lelaki yang hidupnya sempit dan penuh kesulitan.
Ia mengadu kepada seorang ulama. Ulama itu berkata, ’’Perbanyaklah salawat setiap hari.’’
Lelaki itu mengamalkannya dengan istiqamah. Beberapa waktu kemudian, hidupnya menjadi lebih lapang, hatinya tenang, dan urusannya dimudahkan oleh Allah.
Ia menyadari bahwa salawat adalah kunci pertolongan Allah Ta’ala. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz