Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Begini Harapan Petani di Jombang, soal Irigasi Pariterong Mangkrak

Ainul Hafidz • Senin, 19 Januari 2026 | 12:11 WIB
DITUMBUHI SEMAK BELUKAR: Irigasi Pariterong di Dusun/Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang yang belum berfungsi.
DITUMBUHI SEMAK BELUKAR: Irigasi Pariterong di Dusun/Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang yang belum berfungsi.

JombangBnaget.id - Petani di Dusun/Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang menaruh harapan besar segera difungsikannya irigasi Pariterong (Papar–Turi–Peterongan) atau DI (Daerah Irigasi) Peterongan.

Pasalnya, sejak selesainya pekerjaan proyek akhir 2024, hingga kini saluran tak kunjung beroperasi.

”Belum pernah dipakai sama sekali. Minggu lalu itu sudah dialiri, tapi tidak full. Katanya masih uji coba. Ada juga alat berat kecil mau dipakai untuk bersih-bersih,” kata Suwono.

Saat ini, kondisi saluran irigasi di Desa Pundong masih dipenuhi rumput liar dan ilalang.

Meski demikian, para petani menyambut positif rencana pengoperasian irigasi tersebut.

Menurut Suwono, keberadaan irigasi Pariterong sangat dibutuhkan karena selama ini petani mengalami kekurangan air.

”Kalau difungsikan, petani malah senang. Tanah di sini bisa hidup istilahnya. Selama ini kami kekurangan air, mengandalkan pompa, nyedot air cari sumber, baru dialirkan ke sawah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Suparno, petani lainnya. Selama ini, pola tanam petani di Desa Pundong dilakukan tiga kali dalam setahun.

Yakni dua kali padi dan sekali jagung. Namun dengan adanya irigasi, diharapkan pola tanam dapat berubah.

”Kalau nanti irigasi ini jalan, daerah yang dekat irigasi tidak lagi tanam jagung, bisa padi lagi,” ungkap Suwono menirukan harapan petani.

Meski demikian, petani juga berharap dilakukan pengujian menyeluruh sebelum irigasi benar-benar difungsikan.

Baca Juga: Irigasi Pariterong Belum Difungsikan, Pemkab Jombang Sebut Masih Ada Pekerjaan Ini untuk Penyempurnaan

Kekhawatiran akan kebocoran saluran masih ada karena belum dilakukan uji aliran secara maksimal.

”Ini belum tahu ada yang bocor atau tidak. Karena belum dicoba lagi. Makanya sebelum difungsikan harus dialiri dulu. Jangan sampai nanti bocor, airnya malah rembes ke sawah dan tidak bisa diatur. Itu bisa merugikan petani,” harapnya.

Di wilayah tersebut, sebagian lahan saat ini juga masih ditanami tebu.

Namun ke depan, petani berencana membongkar tanaman tebu dan menggantinya dengan jagung atau padi jika pasokan air sudah mencukupi.

”Harapan kami petani cuma satu, butuh air. Kalau bisa segera difungsikan, malah bagus,” pungkas Suwono.

Data dihimpun, proyek irigasi Pariterong sempat mangkak sebelum akhirnya kembali dilanjutkan.

Pada 2018, proyek yang dikerjakan Kementerian PUPR (sekarang Kementerian PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Satker BBWS Brantas ini bernama Peningkatan Jaringan Irigasi Peterongan DI Mrican Kanan Jombang.

Proyek tersebut menelan anggaran Rp 14,3 miliar dari APBN dengan masa pekerjaan 300 hari kalender terhitung sejak 13 Februari 2018.

Pekerjaan kembali dilanjutkan pada 2022 dengan nama paket yang sama dan pagu anggaran sebesar Rp 48,5 miliar.

PT Modern Makmur Mandiri ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai negosiasi Rp 38,7 miliar.

Pada 2023, pemerintah pusat kembali melanjutkan proyek Pariterong hingga tuntas.

Pada tahap ini, jaringan irigasi yang digarap sepanjang 9 kilometer dan melewati 10 desa di tiga kecamatan.

Meliputi Desa Pandanwangi, Balongbesuk, Ngudirejo, dan Kedawong di Kecamatan Diwek; Desa Mayangan, Sawiji, Alangalangcaruban, dan Jogoroto di Kecamatan Jogoroto; serta Desa Sidokerto di Kecamatan Mojowarno sebagai wilayah hilir.

Pekerjaan kala itu terbagi dalam dua segmen, masing-masing dikerjakan PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya (Wika).

Setelah pengerjaan selesai Desember 2024, sesuai jadwal dilakukan pengecekan bersama tim konsultan dan pengguna jasa sebelum serah terima pekerjaan. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #kementerian pu #Pariterong #irigasi #BBWS Brantas #DI Peterongan #sawah #Jombang #irigasi Pariterong #disperta jombang #Petani