Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

25 Ribu Warga Jombang Menganggur, Didominasi Lulusan Ini

Wenny Rosalina • Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:06 WIB
Ilustrasi pengangguran.
Ilustrasi pengangguran.

JombangBanget.id – Angka pengangguran di Kabupaten Jombang pada 2025 masih tinggi.

Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mencatat, sebanyak 25.686 warga belum memiliki pekerjaan.

Bukan hanya didominasi lulusan sekolah menengah, tetapi juga sarjana yang seharusnya lebih siap bersaing di pasar kerja.

Rinciannya, 8.843 lulusan SMK, 8.610 lulusan SMA, 2.560 lulusan SMP, dan 4.508 lulusan SD masih menganggur.

Bahkan, 1.165 lulusan perguruan tinggi juga belum terserap dunia kerja.

Angka pengangguran Jombang.
Angka pengangguran Jombang.

Kepala Disnaker Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, menyebut ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja menjadi faktor utama.

”Struktur kebutuhan industri di Jombang belum sepenuhnya mampu menampung seluruh latar belakang keilmuan lulusan perguruan tinggi,” ujarnya.

Isawan mencontohkan, lulusan filsafat sulit terserap karena minimnya industri yang relevan di Jombang.

Ia menekankan, sarjana harus berani keluar dari pasar lokal dan bersaing di level regional maupun nasional.

”Banyak perusahaan di Jombang yang lebih tertarik merekrut karyawan dari proses dasar. Misalnya sarjana manajemen, yang mendaftar bukan hanya dari luar, tetapi juga dari internal perusahaan. Biasanya yang internal lebih kompetitif karena sudah memahami kapasitas dan kebutuhan perusahaan,” tambahnya.

Meski begitu, Disnaker menegaskan kompetensi lulusan tetap dibutuhkan.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong pencari kerja meningkatkan keterampilan melalui pelatihan.

Upaya menekan angka pengangguran terus dilakukan melalui pelatihan kerja, peningkatan kompetensi, serta penguatan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industry.

Bahkan, tidak sedikit sarjana yang bersedia mengikuti pelatihan teknis seperti menjahit sepatu.

”Banyak kok sarjana yang mengikuti pelatihan jahit sepatu yang kami adakan. Ini menunjukkan bahwa mereka mau beradaptasi dengan kebutuhan pasar,” katanya. (wen/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Warga Jombang #warga #pengangguran #Menganggur #Disnaker Jombang #Jombang #warga menganggur #lulusan