Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Pelajaran Isra Mikraj, Salat Jadi Kunci Kehidupan

Rojiful Mamduh • Sabtu, 17 Januari 2026 | 07:37 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Direktur Ma'had Aly Tebuireng, Jombang Dr KH Achmad Roziqi, menjelaskan pelajaran dari peristiwa Isra Mikraj.

’’Isra dan Mikraj adalah mukjizat Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (15/1).

Sebagaimana disebutkan di  QS Al-Isra’ 1.

Maha Suci Allah dari segala sekutu, Dialah yang memperjalankan hamba-Nya, Muhammad  pada sebagian kecil dari malam.

Dari Masjidil Haram yaitu dari tanah suci Makkah yang Kami berkahi sekelilingnya ke Masjidil Aqsha di negeri Syam.

Agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda Kami: yaitu sebagian dari keajaiban kekuasaan Kami yang agung.

Sesungguhnya Allah Maha Mendengar segala ucapan dan keadaan Nabi Muhammad tanpa alat, dan Maha Melihat segala perbuatannya tanpa mata.

Maka Allah memuliakan dan mendekatkannya.

Karena Allah mengetahui bahwa beliau memiliki jiwa yang bersih dari hawa nafsu, penuh kejujuran dan kejernihan, serta layak untuk kedekatan dan kemuliaan.

Saat mikraj itulah Allah memberikan perintah salat.

’’Ibadah yang paling utama setelah iman adalah salat. Dan zikir yang paling utama setelah Alquran yakni La ilaha illallah,’’ terangnya.

Baca Juga: Binrohtal: Cermin Amal di Hari Akhir

Salat adalah tolok ukur amal. Rasulullah bersabda: Amalan pertama yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah salat.

Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Jika salatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalnya.

Hal ini karena kebiasaan menjaga salat dengan sempurna, penuh kekhusyukan dan ketundukan kepada Allah Ta‘ala, akan menanamkan dalam jiwa rasa pengawasan kepada Allah.

Barang siapa merasa diawasi Allah, maka ia akan takut dan bertakwa kepada-Nya. Serta condong kepada segala hal yang diridai-Nya.

Maka ia akan jujur ketika berbicara, menepati janji, menunaikan amanah, bersabar saat tertimpa musibah, dan bersyukur ketika mendapat nikmat.

Orang yang salat istimewa dihadapan Allah Ta’ala. Allah Ta‘ala berfirman di QS Al-Ma‘arij 19–21.

Manusia diciptakan dengan tabiat kurang sabar dan sangat tamak. Jika ditimpa kemiskinan, penyakit, dan semisalnya, ia menjadi gelisah dan banyak mengeluh.

Jika diberi kelapangan dan kesehatan, ia menahan kebaikan dan kikir dengan hartanya, tidak peduli kepada orang lain.

Allah mencela manusia atas sifat ini karena pandangannya terbatas pada keadaan duniawi yang sementara. Seharusnya ia sibuk memikirkan keadaan akhirat.

Jika ia diuji dengan sakit atau kemiskinan, hendaklah ia rida karena itu adalah perbuatan Allah.

Jika ia diberi harta dan kesehatan, hendaklah ia gunakan untuk meraih kebahagiaan akhirat.

Kecuali orang-orang yang melaksanakan salat, yang mereka itu senantiasa menjaga salatnya.

QS Al-Ma‘arij 22–23. Yakni orang-orang yang tidak meninggalkan salat dalam keadaan apa pun dan tidak disibukkan oleh apa pun darinya.

’’Salat harus menjadi perhatian utama kita,’’ tegasnya.

Sebagaimana ditegaskan di QS. Ṭaha 132.

Perintahkanlah orang-orang yang seagama denganmu untuk salat, agar mereka tidak terlalu sibuk memikirkan urusan penghidupan dan tidak terpaling oleh gemerlap kekayaan.

Bersabarlah atas segala kesulitannya dan tekunlah dalam mengerjakannya tanpa disibukkan oleh urusan dunia.

Kami tidak membebanimu untuk memberi rezeki bagi dirimu dan keluargamu; Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.

Maka kosongkanlah pikiranmu untuk urusan akhirat, karena akibat yang indah adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #kunci kehidupan #masjid #Pelajaran Isra Mikraj #Binrohtal #Jombang #salat #isra mikraj