JombangBanget.id – Material bambu yang sempat dibersihkan di Kali Marmoyo, tepatnya di jembatan Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Jombang kembali muncul seiring naiknya debit air sungai, Minggu (11/1).
Padahal, pembersihan baru saja rampung dilakukan sehari sebelumnya.
Pantauan di lokasi, material berupa bambu kembali menumpuk dan tersangkut di antara jembatan.
Material yang terbawa arus cukup beragam, mulai dari ranting hingga potongan bambu berukuran besar.
Sementara itu, sisa-sisa hasil pembersihan yang dilakukan, Sabtu (10/1) masih tampak menumpuk di atas tanggul sungai.
Alat berat yang sebelumnya digunakan untuk membersihkan material bambu di lokasi tersebut telah dipindahkan ke titik lain.
’’Mulai Jumat (9/1) sudah dibersihkan pakai alat berat. Hari ini (kemarin) banyak lagi, ada bambu juga ada kasur, banyak sampah di sini,’’ kata Syamsul, warga Desa Gedongombo.
Lokasi tersebut memang kerap menjadi titik penumpukan material bambu.
’’Paling banyak itu potongan bambu, nyangkut di jembatan,’’ ucapnya.
Kades Gedongombo, Lasiman, membenarkan, pembersihan material bambu baru saja selesai dilakukan.
Namun, material kembali muncul akibat tingginya aliran air sungai.
Baca Juga: Tanaman Padi Mati, Petani Jatigedong Jombang Terpaksa Tanam Ulang Akibat Banjir Luapan Kali Marmoyo
’’Pembersihan baru selesai Sabtu (10/1). Hari ini (kemarin) alat beratnya digeser ke Dam Kulak 9, karena di sana juga banyak material bambu,’’ terangnya.
Tumpukan material bambu di Dam Kulak 9 sempat menghambat aliran air hingga meluap ke jalan dan area persawahan sejak Jumat (9/1).
’’Hari ini (kemarin) sudah agak surut,’’ tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Sultoni, mengatakan, persoalan material bambu di Kali Marmoyo memang tidak pernah selesai.
’’Tidak ada habisnya untuk bambu di Kali Marmoyo ini. Kalau tidak dibersihkan, muka air akan naik karena aliran tertahan dan melimpas ke hulu,’’ jelasnya.
Kondisi air Kali Marmoyo saat ini tinggi di hampir seluruh titik.
Mulai dari jembatan Desa Tapen, Kecamatan Kudu ke arah hulu, termasuk wilayah Desa Gedongombo, Daditunggal, Kecamatan Ploso.
Serta Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu hingga Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan.
Menurut Sultoni, potongan bambu diduga berasal dari sisa potongan yang terbuang atau sengaja dibuang ke sungai. Kemudian terbawa arus dan tersangkut di jembatan.
’’Volumenya tidak ada habisnya. Sudah dibersihkan, muncul lagi,’’ ujarnya.
Bahkan, pembersihan material bambu di Kali Marmoyo, khususnya di jembatan-jembatan.
"Ssudah dilakukan hampir enam hingga tujuh kali, namun permasalahan terus berulang," katanya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz