Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Ini Tiga Cara Bersyukur agar Nikmat Tidak Hilang

Rojiful Mamduh • Jumat, 19 Desember 2025 | 11:48 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP At-Tahdzib Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro, Jombang, KH Ahmad Masruh, menjelaskan pentingnya bersyukur.

’’Agar nikmat kita terus ditambah, kuncinya yakni dengan bersyukur,’’ tuturnya.

Allah Ta‘ala berfirman di QS Ibrahim 7.

Dan (ingatlah) ketika Rabb kalian memaklumkan: Sungguh, jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian.

Tetapi jika kalian kufur, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Pada kalimat lain syakartum, terdapat huruf lam qasam yang bermakna sungguh.

Ini menunjukkan bahwa janji Allah bukan janji biasa. Tetapi janji yang ditegaskan dengan sumpah.

Artinya, Allah sungguh-sungguh dan pasti akan menambah nikmat bagi orang yang bersyukur.

Imam Fakhruddin ar-Razi rahimahullah berkata: Tidak ada janji Allah yang lebih tegas daripada janji-Nya kepada orang yang bersyukur.

’’Ditakdirkan menjadi polisi, apapun pangkatnya, termasuk nikmat. Banyak orang yang ingin menjadi polisi, tetapi tidak tercapai,’’ terangnya.

Nikmat akan awet ketika disyukuri. Sebaliknya, nikmat akan akan berubah menjadi musibah jika tak disyukuri.

Jabatan, pekerjaan, kesehatan, dan kesempatan berbuat baik merupakan amanah yang harus disyukuri.

Tapi orang yang benar-benar bersyukur sangat sedikit. Allah Ta‘ala berfirman di QS Saba’ 13. Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang benar-benar bersyukur.

’’Kata qolil (sedikit) didahulukan dalam ayat ini sebagai peringatan keras,’’ tegasnya.

Banyak manusia diberi nikmat, tetapi sedikit yang bersyukur. Kebanyakan lalai, mengeluh, atau bahkan menggunakan nikmat untuk maksiat.

’’Agar mudah bersyukur, lihat yang dibawah,’’ sarannya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Lihatlah orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia), dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah Ta’ala.

Yang naik mobil, lihat yang naik sepeda. Yang naik sepeda, lihat yang berjalan kaki. Yang sehat, lihat yang sakit. Yang bekerja, lihat yang menganggur.

Namun dalam urusan akhirat, justru sebaliknya: Lihat orang yang lebih berilmu dan mengamalkan ilmunya.

Lihat orang yang lebih kaya tetapi dermawan dan rendah hati.

’’Ada tiga cara bersyukur,’’ ucapnya.

Pertama, syukur dengan hati. Meyakini sepenuh hati semua nikmat berasal dari Allah Ta’ala.

Kedua, syukur dengan lisan. Mengucapkan alhamdulillah dan memperbanyak pujian kepada Allah.

Termasuk berterima kasih kepada manusia. Rasulullah bersabda: Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.

Ketiga, syukur dengan perbuatan. Menggunakan seluruh nikmat sesuai dengan perintah Allah Ta’ala.

Ilmu untuk mengajarkan kebaikan. Jabatan untuk menegakkan keadilan. Harta untuk sedekah. Kekuatan untuk menolong yang lemah.

Suatu hari, Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani diberi roti yang sangat sederhana. Beliau menangis karena takut tidak mampu mensyukuri nikmat tersebut dengan sempurna.

’’Takutku bukan pada kekurangan nikmat, tetapi pada kurangnya rasa syukur.’’ (jif/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Ngoro #masjid #bersyukur #cara bersyukur #Rejoagung #Binrohtal #Jombang