JombangBanget.id - Pengasuh PP Halimiyah Tambakberas, Jombang, KH Lukman Hakim, menjelaskan pentingnya zikir.
’’Sampai-sampai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengajari doa agar bisa zikir,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (10/12).
Rasulullah mengajari doa untuk dibaca setiap usai salat; Allahumma ainni ala zikrika wa sukrika wa husni ibadatika.
Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu.
Doa ini mengandung tiga pilar kebahagiaan. Pertama zikir (mengingat Allah).
Zikir nutrisi hati. Dengan zikir, seseorang dijaga dari kelalaian. Serta memperoleh ketenangan.
Seperti disebutkan di QS Ar-Ra’d 28. Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.
Kedua syukur. Siapa yang bersyukur, Allah tambah nikmatnya. Seperti ditegaskan di QS Ibrahim 7.
Ketiga, ihsan dalam ibadah. Beribadah dengan baik bukan hal mudah tanpa pertolongan Allah Ta’ala.
Nabi bersabda: Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya.
Jika kau tidak bisa seolah-olah melihatnya, maka yakinlah Allah melihatmu.
Baca Juga: Binrohtal: Sedekah Memadamkan Dosa dan Menolak Balak, Ini Dalilnya
Tiga perkara ini inti kebahagiaan seorang mukmin. Para ulama menekankan, doa yang paling utama adalah doa untuk akhirat.
Imam Ibn al-Qayyim berkata: Doa yang paling bermanfaat adalah meminta pertolongan Allah untuk melakukan yang dicintai dan diridai-Nya.
Imam Ahmad bin Hanbal ketika ditanya tentang doa yang paling utama, beliau menjawab: Mintalah agar Allah memperbaiki hatimu.
Apa gunanya kekayaan, jabatan, atau panjang umur bila seseorang jauh dari Allah?
Dikisahkan seorang tabi’in, Abu Hazim, pernah ditanya oleh raja: Apa nikmat terbesar yang Allah berikan kepadamu?
Ia menjawab: ’’Allah memberi aku taufik untuk taat kepada-Nya.’’
Raja heran, ’’Bukan kekayaan atau kesehatan? Abu Hazim menjawab: Kekayaan tanpa taufik menjadi fitnah. Kekuatan tanpa taufik menjadi petaka. Tapi taufik membawa seseorang pada kebaikan dunia dan keselamatan akhirat.
Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk sering berdoa meminta keteguhan dalam ibadah.
Sebagaimana disebutkan di QS Ali ‘Imran 8. Ya Tuhan kami, jangan engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri hidayah.
Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Yang aku pikirkan adalah bagaimana aku bisa berdoa, karena jika aku diberi taufik untuk berdoa, maka pengabulannya akan menyertainya.
Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu pernah berdoa: Ya Allah, cukupkanlah aku dengan taufik-Mu. Karena jika Engkau memberi taufik, semua urusan akan mudah.
Hasan al-Bashri berkata: Tanda Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba adalah Dia jadikan hamba itu suka berdoa dan diberi taufik untuk taat. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz