JombangBanget.id – Penanganan jalan longsor ruas Made-Asemgede di Desa Asemgede, Kecamatan Ngusikan, terus dikebut jelang batas akhir kontrak.
Saat ini proses pembangunan tembok penahan jalan hampir tuntas.
Sementara untuk penanganan jalan masih berproses.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Bina Marga Agung Setiaji memastikan, pekerjaan masih berjalan.
”Belum selesai, masih tersisa titik awal yang kemarin longsor. Pengerjaan kami lanjutkan dari ujung sambil menunggu umur beton untuk penahan (TPJ). Setelah itu baru digeser lagi,” ujar Agung.
Ia menjelaskan keterbatasan jalur membuat pekerjaan harus dilakukan bertahap.
”Tidak ada jalan alternatif, itu kendalanya. Warga sempat mengira pekerjaan ditinggal, tapi sebenarnya menunggu beton matang dulu,” ungkapnya.
Sebab, jalan itu merupakan satu-satuya penghubung Kecamatan Ngusikan dengan Kecamatan Kudu.
”Teman-teman kemarin mencari jalur alternatif, semisal lewat Lamongan, apakah bisa masuk. Nanti kalau bisa masuk tidak perlu menunggu umurnya bisa dilakukan satu sisinya, sekarang kita masih coba yang praktis ini seperti apa, ” tuturnya.
Pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan rampung sesuai jadwal.
”Deadline-nya kalau tidak salah 23 Desember, itu akhir masa kontrak,” tegasnya.
Terkait cuaca, ia memastikan kondisi lapangan masih memungkinkan.
”Di ujung tidak terlalu terdampak, karena posisi lebih tinggi. Beton setelah digelar akan ditutup plastik. Karena ketika kena air setelah 2–3 minggu justru makin bagus, yang penting tidak dilewati,” jelasnya.
Ia menambahkan, perbaikan di jalan juga harus dikerjakan penuh.
”Tidak bisa separo, harus full,” katanya.
Seperti diberitakan, jalan ruas Made-Asemgede sudah empat tahun terakhir terus bermasalah tiap musim penghujan.
Pada 2022 jalan putus diterjang air di Desa Asemgede, Kecamatan Ngusikan, disusul pembangunan duiker dan rigid pada 2023. Namun pada 2024 kembali ambles.
Awal 2025, tembok penahan jalan ambrol. Puncaknya 22 Oktober 2025, jalan kembali longsor akibat air menggerus fondasi bawah tanah rigid. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz