JombangBanget.id – Jumlah calon jemaah haji (CJH) reguler asal Jombang yang akan berangkat ke Tanah Suci 2026 terus bertambah.
Merujuk surat edaran Kementerian Haji dan Umrah, jumlahnya mencapai 1.172 orang.
Namun, angka ini belum final karena proses verifikasi masih berlangsung.
”Jumlah ini belum final, bisa bertambah karena proses verifikasi masih berlangsung.,” ucap Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir melalui Kasi Haji dan Umrah, Ilham Rohim.
Ilham menerangkan, dari total 1.172 CJH, baru 341 jemaah yang sudah mengurus visa. Sisanya, 831 jemaah belum melakukan proses tersebut.
Ilham menegaskan, batas akhir pengurusan visa jatuh pada Jumat (21/11).
”Calon jemaah diimbau segera menyelesaikan pengurusan visa agar tidak tertinggal dalam tahapan administrasi,” tambahnya.
Meski begitu, Ilham menilai waktu yang tersedia masih mencukupi karena tenggat akhir secara nasional berada pada pertengahan Ramadan 2026.
”Semakin cepat jemaah menyelesaikan pembayaran, semakin mudah proses verifikasi dokumen dilakukan,” imbuhnya.
Sementara itu, jemaah baik yang sudah masuk kuota keberangkatan maupun yang sudah mengurus visa belum dapat melakukan pelunasan Biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih).
Sebab, keputusan presiden terkait besaran BPIH per embarkasi belum turun. ”Jika keppres sudah turun maka bisa melunasi,” terangnya.
Baca Juga: Tak Mau Bebani Jemaah, Ini Jurus Jitu Pemerintah Tekan Biaya Haji
Disinggung soal nominal BPIH 2026, Ilham menyebut sesuai keputusan Kementerian Haji dan Umrah bersama DPR telah mengesahkan sebesar Rp 54.193.806.
Namun, angka itu bakal berbeda tiap embarkasi.
”Nah untuk Jombang yang masuk dalam Embarkasi Surabaya kita belum tahu berapa. Tapi yang jelas tidak jauh dari angka itu,” jelasnya.
Ilham menambahkan, angka tersebut nantinya akan dikurangi dengan setoran awal jemaah saat mendaftar sebesar Rp 25 juta.
Artinya, jemaah cukup melunasi sekitar Rp 29 juta.
”Ya, nilai Rp 54 juta itu akan dikurangi biaya setoran awal,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz