JombangBanget.id – Polemik rencana pembangunan pabrik mainan di Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Jombang, terus berlanjut.
Setelah tiga aset gedung milik pemerintah desa diratakan dengan tanah, proses pembongkaran kini mandek.
Tiga warga yang rumahnya terdampak kompak menolak digusur lantaran nilai kompensasi dianggap terlalu rendah.
Pantauan di lokasi, Selasa (18/11), tiga aset gedung milik Pemdes Mancar, yakni gedung PKK, Posyandu, dan koperasi sudah rata dengan tanah. Sementara tiga rumah warga masih berdiri kokoh.
”Sampai sekarang kami sepakat menolak, karena nilai ganti rugi yang terlalu rendah,” ujar salah satu warga.
Menurutnya, kompensasi yang ditawarkan pihak pabrik hanya Rp 76,3 juta per rumah.
Nilai tersebut dinilai tidak cukup untuk membangun rumah baru.
”Padahal nilai itu tidak cukup untuk pembangunan rumah baru,” sambungnya.
Ketua Tim Percepatan Pelayanan Pembangunan Pabrik Mainan Anak (TP4MA), Ali Arifin, membenarkan pembebasan lahan belum tuntas.
”Untuk aset desa sudah selesai. Tapi, masih ada tiga rumah warga yang belum dibongkar karena belum sepakat terkait kompensasi,” ujarnya.
Ali menjelaskan, warga sebenarnya ditawari rumah baru dengan lahan 6 x 10 meter.
Baca Juga: Pabrik Mainan Belum Kantongi PBG, Gedung PKK dan Posyandu Desa Mancar Jombang Terlanjur Dibongkar
Namun, lokasi relokasi dianggap tidak sesuai karena tidak mendukung usaha mereka.
”Ada yang rosok dan berdagang warung, mereka menginginkan lokasi di pinggir jalan,” jelasnya.
Ali menambahkan, nilai kompensasi Rp 76,3 juta per rumah merupakan hasil appraisal PT GF bersama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sidoarjo.
Selain itu, pihak desa juga menyiapkan pertimbangan dampak sosial serta potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat ketika pabrik berdiri.
”Sehingga saat ini masih dalam proses komunikasi,” katanya.
Terkait kompensasi tiga aset desa yang sudah dibongkar, Ali memastikan prosesnya selesai. Nilai Rp 271 juta telah ditransfer langsung ke rekening desa oleh PT GF.
”Terkait kompensasi aset desa sudah selesai,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mancar, Nur Prasetyo, belum bisa memberikan keterangan.
Upaya konfirmasi melalui nomor pribadi hingga WhatsApp belum mendapat respons. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz