JombangBanget.id – Cabang olahraga (cabor) pencak silat untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) Jombang 2025.
Debut cabor ini disambut antusias SMP negeri maupun swasta.
’’Pertama kali digelar, jumlah 85 peserta ini sangat baik dan menunjukkan besarnya minat siswa terhadap pencak silat,’’ kata Koordinator Pencak Silat Popkab 2025, Ilham Maarif.
Ada empat nomor yang dipertandingkan. Seni tunggal wajib putra, tunggal wajib putri, solo kreatif putra, dan solo kreatif putri.
Tiap nomor diambil juara 1 dan 2 serta juara 3 bersama.
’’Ada usulan agar tahun depan ditambah nomor tanding atau nomor laga, supaya mewadahi atlet yang fokus di kategori tersebut. Ini penting untuk peningkatan kualitas atlet ke level yang lebih tinggi,’’ ungkapnya.
Ia berharap melalui Popkab, silat melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Kategori tunggal wajib IPSI putra, juara 1 Ezza Maulana Zainun Thoriqoh (SMP Budi Utomo). Juara 2 Fatecha Ahmad Al Faiq (SMPN 1 Jombang).
Juara 3 Muhammad Rasyid Ali (SMPN 3 Peterongan) dan Rangga Daffa Ksatria Putra (SMPN 1 Jombang).
Tunggal wajib IPSI putri, juara 1 Jihan Ariq Aqalilah (SMPN 1 Wonosalam).
Juara 2 Berlian Mulya Anggaraini (SMPN 2 Jombang). Juara 3 Elsa Andita Aula (SMPN 1 Diwek) dan Fiorenza Deana Azzalia (SMPN 1 Tembelang).
Baca Juga: Digeber Sejak 2023, Ternyata Sosok Kepala Sekolah Ini Jadi Inisiator Gelaran Popkab Jombang
Kategori solo kreatif putra, juara 1 Fatecha Ahmad Al Faiq (SMPN 1 Jombang).
Juara 2 M Yusuf Pratama (SMP Budi Utomo). Juara 3 Dimas Panji Satrio Wibowo (SMPN 1 Kabuh), dan Muhammad Rasyid Ali (SMPN 3 Peterongan).
Sementara solo kreatif putri, juara 1 Melodis Yhofia Arif (SMPN 1 Mojoagung).
Juara 2 Ananda Sheptia Fitri Ananta (SMPN 2 Bareng). Juara 3 Cinta Laura Sekar Arum (SMPN 1 Ploso) dan Salwa Sasyabilla (SMPN 1 Peterongan).
Pembina Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SMP Kabupaten Jombang, Edy Purnomo, menegaskan, pencak silat sengaja dimasukkan dalam Popkab tahun ini setelah empat tahun tidak dipertandingkan.
’’Pertimbangannya karena banyak sekolah memiliki ekstrakurikuler pencak silat. Maka sudah saatnya Popkab menyediakan wadah bagi bakat dan minat atlet di bidang ini,’’ jelasnya.
Pihaknya sangat terbuka terhadap masukan pelatih, sekolah, maupun masyarakat.
’’Kami selalu menerima evaluasi dari berbagai pihak sebagai bahan perbaikan Popkab ke depan. Karena Popkab ini selalu ditunggu-tunggu oleh para atlet dan sekolah,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz