Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Ini Tiga Golongan yang Masuk Surga Tanpa Dihisab

Rojiful Mamduh • Sabtu, 1 November 2025 | 13:00 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Direktur Ma'had Aly Tebuireng, Jombang, Dr KH Achmad Roziqi, menjelaskan golongan yang masuk surga tanpa hisab.

’’Ada tiga golongan yang akan masuk surga tanpa hisab,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (30/10).

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Ketika Allah mengumpulkan manusia pada hari kiamat, maka datanglah penyeru yang berseru dengan suara yang didengar oleh seluruh makhluk:

Di manakah orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah?

Maka mereka pun berdiri, dan jumlah mereka sedikit.

Kemudian penyeru itu berseru lagi: ’’Bangunlah orang-orang yang senantiasa memuji Allah dalam keadaan lapang maupun sempit, senang maupun susah.’’

Maka mereka pun berdiri, dan jumlah mereka sedikit.

Lalu penyeru itu berseru lagi: ’’Bangunlah orang-orang yang lambungnya jauh dari tempat tidur, yakni yang bangun malam untuk beribadah.’’

Maka mereka pun berdiri, dan jumlah mereka sedikit.

Setelah itu, barulah manusia lainnya dihisab, dihitung amal perbuatannya.

Pertama, orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah.

Baca Juga: Binrohtal: Berbahagia dengan Karunia dan Rahmat Allah

Sebagaimana disebutkan dalam QS Annur ayat 37.

Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah. Yakni mendirikan salat dan membayarkan zakat.

Mereka tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah dan mendirikan salat.

Mereka tidak disibukkan oleh jual beli apa pun dari menghadiri masjid untuk taat kepada Allah, dan dari menunaikan salat tepat waktu secara berjamaah.

Ibnu Umar radiyallahu anhu pernah berada di pasar ketika waktu salat ditegakkan.

Orang-orang pun segera berdiri, menutup toko-toko mereka, dan pergi ke masjid. Maka Ibnu Umar berkata: Ayat ini turun berkenaan dengan mereka.

Kedua, orang-orang yang memuji Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.

Mereka selalu bersyukur kepada Allah dalam keadaan senang maupun susah, dalam nikmat maupun ujian.

Mereka tetap mengucapkan Alhamdulillah dalam segala keadaan, sebagaimana sabda Nabi; Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin; Seluruh urusannya kebaikan baginya.

Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.

Ketiga, orang-orang yang lambungnya jauh dari tempat tidur.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Assajadah ayat 16.

Lambung mereka menjauh dari tempat tidurnya; mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

Maksudnya, mereka meninggalkan tempat tidur di waktu malam untuk beribadah kepada Allah. Yakni salat malam. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Golongan #masjid #Binrohtal #Masuk Surga Tanpa Hisab #Jombang