Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Ini Arti Tawakal dari Kisah Nabi Ibrahim dan Rasulullah

Rojiful Mamduh • Kamis, 9 Oktober 2025 | 12:26 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Direktur Ma'had Aly Tebuireng, Jombang Dr KH Achmad Roziqi, menjelaskan hakikat tawakal.

’’Tawakal adalah merasa cukup dengan Allah Ta’ala disertai bersandar kepada-Nya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (8/10).

Tawakal itu di hati. Usaha lahiriah tidak bertentangan dengan tawakal selama seorang hamba meyakini bahwa segala takdir berasal dari Allah Ta’ala.

’’Jika sesuatu terasa sulit, itu karena takdir-Nya, dan jika sesuatu terasa mudah, itu pun karena kemudahan dari-Nya,’’ terangnya.

Allah Ta’ala berfirman dalam QS Al-Furqan 58. Dan bertawakallah kepada Dzat Yang Maha Hidup yang tidak akan mati.

’’Bersandar kepada orang kaya, ujungnya kefakiran. Bersandar kepada kekuatan, akhirnya kelemahan. Bersandar kepada makhluk jalan menuju kehinaan. Siapa yang bersandar kepada selain Allah dan bertawakal kepada selain-Nya, sungguh dia telah menyia-nyiakan waktunya dan merugi usahanya,’’ tegasnya.

Nabi Ibrahim alaihissalam dilempar ke dalam api menggunakan manjaniq (alat pelontar).

Malaikat penjaga air mendatangi dan berkata: ’’Wahai Ibrahim, jika engkau mau, aku akan memadamkan api ini dengan air.’’

Ibrahim menjawab: ’’Aku tidak butuh bantuanmu.’’

Lalu datang malaikat angin: ’’Jika engkau mau, aku akan meniup api ini hingga padam.’’  Ibrahim menjawab: ’’Tidak.’’

Kemudian Ibrahim membaca doa yang diabadikan dalam QS Ali ‘Imran 173.

Baca Juga: Binrohtal: Musibah itu Obat Jiwa, Bukan Azab! Ini Dalil dan Penjelasannya

Cukuplah Allah sebagai pelindungku dan sebaik-baik tempat bersandar.

Allah Ta’ala lalu berfirman; Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim (QS Al Anbiya 69).

Ketika Abu Sufyan dan pasukannya kembali dari Perang Uhud dan telah sampai di daerah Rauha, mereka menyesal dan berkata:

’’Kami telah membunuh sebagian besar dari mereka dan hanya sedikit yang tersisa. Mengapa kita tinggalkan mereka? Kita seharusnya kembali dan menghabisi mereka.’’

Maka mereka berniat untuk kembali.

Berita ini sampai kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, dan beliau ingin menakuti kaum musyrikin serta menunjukkan kekuatan dirinya dan para sahabat.

Maka beliau mengajak para sahabatnya untuk keluar mengejar Abu Sufyan dan berkata: ’’Aku tidak ingin ada yang keluar bersamaku sekarang kecuali yang ikut berperang kemarin.’’

Maka Rasulullah keluar bersama sekelompok sahabat – dikatakan jumlah mereka sekitar 70 orang – hingga sampai di Humara’ al-Asad, yaitu sebuah tempat sekitar 8 mil dari Madinah, di sebelah kiri jalan menuju Dzul Hulaifah.

Para sahabat dalam kondisi terluka, tapi mereka memaksakan diri untuk ikut agar tidak kehilangan pahala.

Nabi dan para sahabat membaca; Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.

Maka Allah Ta’la menanamkan rasa takut dalam hati kaum musyrikin, sehingga mereka pun pergi. Maka turunlah QS Ali ‘Imran 173 ini. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Tebuireng #nabi ibrahim #masjid #rasulullah #Binrohtal #Jombang #Tawakal #pasrah