JombangBanget.id - H Nasrun Ghoffar dari PP Sunan Ampel Denanyar, Jombang menjelaskan bahaya cinta dunia.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Akan datang suatu masa, di mana umatku lebih mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara lainnya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (26/9).
Pertama, mencintai dunia, lupa akhirat.
Padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal (QS Al-A’la 17).
Nabi bersabda: Seandainya dunia ini sebanding dengan sayap nyamuk di sisi Allah, maka Allah tidak akan memberi minum orang kafir walau seteguk air.
Imam Abu Hanifah suatu hari diajak saudagar kaya untuk melihat rumah barunya yang mewah.
Ia berkata, ’’Wahai Imam, bagaimana menurutmu rumah ini?’’
Abu Hanifah bertanya, ’’Apakah rumah ini menjamin keselamatanmu di akhirat?’’
Saudagar itu terdiam. Abu Hanifah melanjutkan, ’’Rumah ini mungkin nyaman untuk dunia, tapi apakah engkau sudah mempersiapkan rumahmu di akhirat?’’
Kedua, mencintai hidup, lupa mati.
Nabi bersabda: Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan, yaitu kematian.
Baca Juga: Binrohtal: Nabi Muhammad SAW Rela Menanggung Sakit Sakaratul Maut Umatnya, Begini Kisahnya
Bishr al-Hafi, seorang wali Allah, dulunya hidup dalam kemaksiatan.
Suatu malam ia keluar rumah dalam keadaan mabuk, lalu menemukan secarik kertas bertuliskan nama Allah.
Ia ambil dan bersihkan serta letakkan di tempat tinggi.
Malam itu, ia mendengar suara berkata: ’’Engkau telah mengangkat nama-Ku, maka Aku akan mengangkat namamu di dunia dan akhirat.’’
Keesokan harinya, Bishr bertobat total dan menjadi ahli zuhud besar. Ia berkata: ’’Aku tidak takut kematian, tapi takut bertemu Allah tanpa bekal.’’
Ketiga, mencintai gedung-gedung mewah, lupa kubur.
Nabi bersabda; Kubur itu tempat pertama dari tempat-tempat akhirat.
Bila seseorang selamat darinya, maka sesudahnya lebih mudah. Namun bila tidak selamat, maka sesudahnya lebih berat.
Seorang raja Bani Umayyah membangun istana yang sangat megah.
Hasan al-Bashri berkata: ’’Wahai Raja, engkau membangun rumah yang akan ditinggal, tapi tak membangun rumah yang akan ditinggali selamanya.’’
Sang raja tersentak dan menangis. Sejak itu ia mulai memperbanyak sedekah dan amal untuk akhiratnya.
Keempat, mencintai harta, lupa hisab.
Nabi bersabda: Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan.
Abdullah bin Mubarak, seorang ulama besar dan hartawan, dikenal dermawan luar biasa.
Muridnya bertanya, ’’Mengapa engkau tidak membangun rumah besar sebagaimana saudagar lainnya?’’
Beliau menjawab: ’’Aku sedang membangun rumah di surga dengan sedekah. Rumah di dunia hanya sesaat, rumah akhirat selamanya.’’
Kelima, mencintai makhluk, lupa kepada Allah.
Seseorang akan merasakan manisnya iman jika mencintai Allah dan Rasulullah melebihi lainnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz