JombangBanget.id - Direktur Ma'had Aly Tebuireng, Jombang, Dr KH Achmad Roziqi, menjelaskan keutamaan sujud.
’’Sujud merupakan amalan agung yang membuka pintu surga dan kedekatan dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (25/9).
Momen kita paling dekat dengan Allah Ta’ala yakni kala sujud. Sebagaimana disebutkan dalam QS Al-‘Alaq 19.
Sujud bukan hanya ritual gerakan, tetapi sarana pengampunan dosa dan peningkatan derajat di sisi Allah Ta’ala.
Ma'dan bin Abi Thalhah Al-Ya'muri radiyallahu anhu berkata: Aku bertemu dengan Tsauban, mantan budak Rasulullah.
Lalu aku berkata kepadanya: ’’Beritahukan kepadaku suatu amalan yang jika aku melakukannya, Allah akan memasukkanku ke dalam surga.’’
Atau aku berkata: ’’Amalan apakah yang paling dicintai Allah?’’
Maka ia diam. Kemudian aku menanyakannya lagi, dan ia tetap diam.
Lalu aku bertanya untuk ketiga kalinya, maka ia pun berkata: ’’Aku pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah, lalu beliau bersabda: ’’Perbanyaklah sujud kepada Allah. Karena tidaklah engkau bersujud sekali saja kepada Allah, kecuali Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan darimu satu kesalahan.’’
Ma'dan berkata: Lalu aku bertemu dengan Abu Darda’, dan aku menanyakannya juga.
Maka ia pun menjawab sebagaimana jawaban Tsauban kepadaku.
Baca Juga: Binrohtal: Rahasia Hidup Bahagia Menurut Imam Syafii, Nomor Tiga Jarang Diketahui
Agar kita bisa bersama Rasulullah di surga, caranya yakni banyak bersujud.
Rabi'ah bin Ka'b Al-Aslami radiyallahu anhu berkata: Aku pernah bermalam bersama Rasulullah.
Lalu aku membawakan air wudunya dan keperluannya. Maka beliau berkata kepadaku: ‘’Mintalah (apa yang kau inginkan).’’
Aku pun berkata: ’’Aku memohon agar dapat menemanimu di surga.’’
Nabi bersabda: ’’Apakah ada permintaan lain?’’
Aku berkata: ’’Itu saja.’’ Maka Nabi bersabda: ’’Bantulah aku untuk (mewujudkan) permintaanmu itu dengan memperbanyak sujud.’’
Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu berkata; Seandainya manusia tahu apa yang terkandung dalam sujud, niscaya mereka tidak akan pernah ingin mengangkat kepalanya darinya.
Imam Al-Ghazali menyatakan; Dalam sujud terkandung rahasia penghambaan.
Seorang hamba tidak pernah lebih dekat kepada Rabb-nya selain ketika ia berada dalam kondisi sujud.
Hasan Al-Bashri menasihati; Carilah kenikmatan dalam tiga hal: Ketika membaca Alquran, ketika berzikir, dan ketika bersujud.
Jika kamu tidak menemukannya, ketahuilah bahwa pintu hatimu telah tertutup.
Alkisah, seorang tabi’in bernama Malik bin Dinar pernah hidup dalam kemaksiatan.
Suatu malam ia mendengar seorang anak kecil membaca QS Al-Hadid 16; Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?
Ayat itu menusuk hatinya. Ia menangis, lalu bangkit mengambil air wudu, dan sujud lama sekali, menangis dalam penyesalan.
Sejak itu, ia menjadi salah satu ulama dan ahli ibadah yang terkenal karena panjangnya sujud dalam salatnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz