Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Kisah Nabi Muhammad, Penebar Cinta dan Rahmat bagi Dunia dan Akhirat

Rojiful Mamduh • Selasa, 23 September 2025 | 13:37 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ustad Hasanudin, menjelaskan pentingnya meneladani Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

’’Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam,’’ tuturnya mengutip QS Al anbiya 107, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (19/9).

Nabi rahmat bagi manusia, jin, hewan, bahkan alam semesta. Bahkan rahmat di dunia dan akhirat.

’’Mari kita meneladani dengan menjadi penebar rahmat, bukan pembawa kerusakan. Menjadi seperti Rasulullah— lemah lembut, penuh kasih, dan adil — agar keberadaan kita menjadi cahaya bagi sesama dan alam semesta,’’ ajaknya.

Dengan akhlaknya yang lembut, Rasulullah membawa perubahan besar dalam peradaban manusia.

Nabi memaafkan musuh, menyantuni yatim, memuliakan wanita, dan memperlakukan binatang serta alam dengan kasih sayang.

Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu berkata: Sesungguhnya aku dahulu manusia yang keras, namun setelah mengenal Muhammad, hatiku menjadi lembut dan penuh kasih.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Tidaklah Rasulullah diutus melainkan untuk memerdekakan hati manusia dari kesesatan kepada cahaya petunjuk.

Rahmat bagi orang mukmin, Nabi membimbing umat kepada jalan keselamatan dan kebahagiaan di dunia serta akhirat.

Rahmat bagi non-muslim, melalui Piagam Madinah, Rasulullah menunjukkan Islam menjunjung tinggi hak-hak kaum non-muslim.

Rahmat bagi alam dan binatang, Rasulullah mengajarkan umat untuk memperlakukan binatang dan tumbuhan dengan penuh kasih.

Baca Juga: Binrohtal: Ini Tiga Kunci Mulia ala Rasulullah, Simpel tapi Mengubah Hidup

Nabi bersabda; Dalam setiap yang bernyawa ada pahala, karena berbuat baik padanya.

Untuk memahami betapa besar rahmat Nabi, kita perlu melihat kondisi dunia sebelum lahirnya Nabi Muhammad.

Saat itu, Raja Abrahah, penguasa Kristen dari Yaman ingin menghancurkan Kakbah.

Dia membangun gereja besar di Sana’a dan berambisi mengalihkan pusat ziarah dari Kakbah ke tempat ibadahnya.

Karena penduduk Arab tetap menghormati Kakbah, Raja Abrahah marah dan memimpin pasukan gajah untuk menghancurkan Baitullah.

Namun, sebelum pasukan itu sampai ke Kakbah, Allah Ta’ala mengirim burung-burung Ababil yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar.

Peristiwa ini diabadikan dalam Surah Al-Fil 1-5.

Kakbah diselamatkan bukan oleh manusia, tetapi langsung oleh Allah Ta’ala.

Karena akan lahir dari tanah Arab seorang manusia yang akan menjadikannya pusat peribadahan sejati, yakni Nabi Muhammad, rahmat bagi seluruh alam.

Tahun terjadinya peristiwa Abrahah (Tahun Gajah), tahun kelahiran Rasulullah.

Ini bukan kebetulan, melainkan tanda bahwa dengan kelahiran Nabi, dunia berpindah dari kezaliman kepada cahaya Islam.

Seandainya Abrahah berhasil, dunia akan tetap berada dalam kegelapan, dan kemuliaan Kakbah sebagai simbol tauhid akan hilang.

Tapi Allah menjaga Kakbah, karena penjaga sejatinya akan lahir, yakni Nabi Muhammad SAW.  (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Penebar fitnah #nabi muhammad saw #cinta #masjid #kelahiran #muhammad #dunia dan akhirat #tahun gajah #Binrohtal #Jombang #makkah