JombangBanget.id - Pengasuh PP Halimiyah Tambakberas, Jombang, KH Lukman Hakim, menjelaskan amalan sebelum tidur.
’’Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada Aisyah radiyallahu anha: Wahai Aisyah, jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara!’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (23/7).
Mengkhatamkan Alquran. Menjadikan para Nabi sebagai pemberi syafaat bagimu.
Memohon keridaan seluruh kaum muslimin. Serta menunaikan haji dan umrah.
Aisyah pun bertanya: ’’Ya Rasulullah, bagaimana mungkin aku melakukan itu semua sebelum tidur?’’
Lalu Rasulullah tersenyum dan menjelaskan:
Pertama, khatamkan Alquran.
’’Cukuplah engkau membaca Surah Al-Ikhlas tiga kali, karena itu menyamai membaca seluruh Alquran.’’
Nabi menyatakan; Qul huwallahu Ahad setara dengan sepertiga Alquran.
Kedua, minta syafaat para nabi.
’’Cukuplah engkau membaca salawat untukku dan nabi-nabi lainnya tiga kali.’’
Baca Juga: Binrohtal: Jangan Mabuk Dunia, Ini Bahayanya
Ketiga, minta keridaan kaum muslimin.
’’Ucapkanlah istighfar untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat tiga kali.’’
Keempat, laksanakan haji dan umrah.
’’Bacalah subḥanallah, alḥamdulillah, la ilaha illallah, Allahu akbar, itu setara haji dan umrah.’’
Suatu hari, Rasulullah menolak menyalatkan jenazah seorang muslim karena ia masih memiliki utang.
Tiba-tiba, Malaikat Jibril turun dan berkata: ’’Wahai Muhammad, salatkanlah ia. Sesungguhnya dia rutin membaca Surah Al-Ikhlas 100 kali setiap hari. Karena itu, Allah mengutus aku untuk melunasi seluruh utangnya.’’
Rutin membaca Surat Al-Ikhlas menjadikan hati lapang, rezeki mudah, dan syafaat tauhid mengalir di hari kiamat.
Imam Syafi’i rahimahullah berkata; ’’Jika seseorang tidak memahami Alquran kecuali Surah Al-Ikhlas, maka itu sudah cukup baginya.’’
Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata: Surat Al-Ikhlas adalah surah tauhid, yang menghapuskan segala bentuk syirik tersembunyi dalam hati.
Syeikh Abdul Qadir al-Jailani radiyallahu anhu berkata: Perbanyak membaca Al-Ikhlas, karena itu adalah nama Allah yang tunggal yang membakar setan dalam jiwa. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz