JombangBanget.id - Pengasuh PP Kalimasada Bangsri sekaligus Ketua MWCNU Plandaan dan Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang, Dr KH Mokh Fakhruddin Siswopranoto, menjelaskan pentingnya muhasabah alias mengoreksi dan mengevaluasi diri.
’’Menyambut tahun baru hijriyah, kita perlu melakukan muhasabah agar dapat meningkatkan amal saleh,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (25/6).
Pertama, muhasabah hubungan dengan Allah SWT dan manusia.
Muhasabah adalah amalan hati yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu berkata: Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, dan timbanglah dirimu sebelum kamu ditimbang.
Allah SWT berfirman dalam QS Alhasyr 18. Wahai orang-orang yang beriman!
Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah.
Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Pertanyaan penting saat muhasabah seperti; Sejauh mana hubungan kita dengan Allah SWT?
Sudahkah kita menjaga salat, membaca Alquran dan meninggalkan maksiat?
Sejauh mana manfaat kita untuk manusia? Sudahkah kita ringan tangan membantu sesama?
Baca Juga: Binrohtal: Ini Empat Teladan Mulia Nabi Ibrahim
Kedua, muhasabah atas dosa. Bertaubat dan bersegera dalam kebaikan.
Setiap manusia pasti pernah terjatuh dalam dosa. Namun, sebaik-baik pendosa adalah yang segera kembali kepada Allah SWT.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Setiap anak Adam itu banyak berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.
Allah SWT membuka pintu ampunan-Nya seluas-luasnya. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Azzumar 53.
Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Mari hapus dosa dengan amal-amal kebaikan.
Nabi bersabda: Dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya kebaikan itu akan menghapus dosanya.
Di bulan bulan Muharram ini ada sejumlah amalan yang sangat dianjurkan.
Rasulullah bersabda; Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.
Nabi juga bersabda; Puasa pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya.
Nabi juga bersabda; Barang siapa mengusap kepala anak (menyantuni) yatim pada hari Asyura, Allah akan mengangkat derajatnya dengan setiap helai rambut yang diusapnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz