JombangBanget.id - Produksi cengkeh Kabupaten Jombang cukup besar per tahunnya.
Data di Dinas Pertanian Jombang, total produksi cengkeh kering di Kabupaten Jombang mencapai 363 ribu ton per tahunnya.
Pemkab telah berupaya melakukan pendampingan maksimal untuk memaksimalkan produksi cengkeh.
Kepala Dinas Pertanian Jombang M Rony menyampaikan, luas tanam cengkeh pada 2024 seluas 660,5 hektare.
Dengan rincian, di Kecamatan Wonosalam sebesar 435 hektare dengan produksi bunga cengkeh mencapai 783 ton dengan hasil cengkeh kering 234,9 ton.
Kemudian di Kecamatan Bareng seluas 225,5 hektare dengan, produksi bunga cengkeh 428,9 ton ton dengan hasil 128.35 ton cengkeh kering.
”Dengan luas tanam mencapai 660,5 hektare, harga bunga basah Rp 40.000 per kilogram dan harga cengkeh kering mencapai Rp 200.000 per kilogram menjadikan peluang pengembangan ke depannya,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang (25/6).
Ia menyampaikan, Pemkab Jombang selama ini sudah optimal dalam mendampingi petani cengkeh agar produksinya meningkat.
”Dukungan kami dalam meningkatkan kesejahteraan petani cengkeh di antaranya mengalokasikan sarana dan prasarana penunjang budi daya tanaman tembakau, seperti bibit cengkeh sebanyak 3.000 batang," tuturnya.
Pengadaannya akan dilaksanakan pada Oktober 2025.
Bantuan itu akan dibagikan kepada lima kelompok tani di Wonosalam dans satu kelompok tani di Kecamatan Bareng.
Menurut dia, pengembangan budi daya tanaman cengkeh bukan hanya tentang meningkatkan produksi, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan.
”Untuk itu kita perlu bersama-sama mencari solusi inovatif untuk peningkatan produktivitas, pengelolaan hama dan penyakit, diversifikasi produk olahan cengkeh, akses pasar dan rantai nilai serta keberlanjutan lingkungan, menerapkan praktik budi daya yang menjaga kelestarian tanah dan lingkungan,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz