Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Ini Empat Teladan Mulia Nabi Ibrahim

Rojiful Mamduh • Selasa, 24 Juni 2025 | 14:59 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, Jombang Gus M Hafidz Alhafiz, menjelaskan keteladanan Nabi Ibrahim alaihissalam.

’’Nabi Ibrahim alaihissalam bergelar khalilullah atau kekasih Allah SWT. Dengan meneladaninya kita akan menjadi kekasih Allah SWT,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (13/6).

Pertama, kesabaran dalam penantian anak. Nabi Ibrahim diuji dengan penantian panjang akan hadirnya seorang anak.

Usianya telah lanjut, sementara istrinya, Sarah, belum juga melahirkan keturunan. Namun ia tetap bersabar, tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT.

Allah kemudian memberinya anak dari Hajar, yaitu Nabi Ismail alaihissalam.

Sabar menanti adalah ujian berat, tapi keimanan Ibrahim menuntunnya untuk tetap percaya pada janji Allah.

Seperti perkataan Sayidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah; Kesabaran dalam keimanan laksana kepala bagi tubuh.

Bila kepala dipotong, maka matilah tubuh. Begitu juga jika sabar hilang, maka matilah iman.

Kesabaran adalah ruh dari keimanan. Tanpanya, keimanan bisa mati di tengah badai ujian.

Kedua, ketaatan mutlak. Ketika diperintah menyembelih Ismail, Nabi Ibrahim langsung taat.

Meski  tak masuk akal secara logika, namun diterima dengan penuh iman. Terkadang, iman memang harus mengalahkan logika.

Baca Juga: Binrohtal: Semua Amal Pasti Dibalas Allah SWT

Ismail pun menunjukkan ketaatan dan kesabaran luar biasa. Ia tidak hanya pasrah, tapi rela menjadi bagian dari ketaatan ayahnya kepada Allah SWT.

Ketiga, tawakal dan kepasrahan. Ibrahim dan Ismail sama-sama menunjukkan tawakal yang sempurna. Mereka pasrah total kepada kehendak Allah SWT.

Inilah puncak dari iman — meyakini bahwa segala perintah-Nya adalah kebaikan, walaupun tak selalu bisa dimengerti oleh akal.

Tawakal ini membuat Allah SWT mengganti ujian berat tersebut dengan kemuliaan. Sebagaimana disebutkan dalam QS Assaffat 107.

Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Perintah menyembelih diganti dengan hewan kurban.

Inilah bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya yang taat dan sabar.

Keempat, balasan untuk orang yang ikhlas dan taat.

Karena keikhlasan, kesabaran, dan ketaatan yang luar biasa, Allah tidak hanya menyelamatkan Ismail, tapi juga menjadikan Ibrahim sebagai "khalilullah" (kekasih Allah) dan panutan sepanjang zaman.

Allah berfirman dalam QS Annahl 120: Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan, lagi patuh kepada Allah dan hanif.

Syekh Nawawi al-Bantani berkata: Jika semua jalan telah buntu, maka sabar adalah jalan penentu.

Seberat apa pun, janganlah putus asa. Dengan sabar, engkau menanti jalan keluarnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Teladan #ibrahim #nabi ibrahim #Binrohtal #Jombang #kekasih allah #keteladanan