JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Al Manshuriyah, Kalijaring, Jombang, sekaligus Ketua MUI Kecamatan Tembelang, Jombang, KH Nur Kholis, menjelaskan semua amal baik pasti dibalas oleh Allah SWT.
’’Amal saleh yang dikerjakan secara ikhlas maupun tidak ikhlas, pasti tetap dibalas oleh Allah SWT,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (18/6).
Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 25.
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.
Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu".
Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
Juga dalam QS Alkahfi 107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.
Serta dalam QS Al Ankabut 58.
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya.
Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal.
Ikhlas itu sendiri ada tiga tingkatan.
Baca Juga: Binrohtal: Nabi Ibrahim Jadi Kekasih Allah SWT Karena Tiga Hal Ini
Pertama, beramal saleh dengan motivasi dunia. Misalnya membaca QS Waqiah agar kaya. Salat Duha agar rezeki lancar.
Salat tahajud agar jadi orang terpandang.
Tingkatan ikhlas kedua, beramal karena ingin surga dan takut neraka.
Tingkatan ikhlas ketiga yang paling tinggi yakni beramal murni karena Allah SWT.
Kiai Nur Kholis cerita, dulu ada orang sambat kepada kiai karena susah mencari rezeki dan banyak masalah keluarga.
Si kiai lalu menyarankannya salat hajat tiap hari empat rakaat. Setelah setahun, orang itu kembali dan keadaannya tetap sama.
Si kiai minta agar amalan itu diteruskan. Pada tahun ketiga, orang itu kembali dengan keadaan yang masih sama. Dia akhirnya tidak lagi salat hajat.
Dia lantas mimpi diajak seseorang masuk istana yang indah. Kamar-kamarnya dipenuhi perhiasan. Di sekitarnya dipenuhi dengan kebun-kebun yang luas dan indah.
Semua itu diberikan kepadanya sebagai balasan salat hajatnya selama ini. Dia juga diberi bekal sembilan butir emas, namun disuruh memilih salah satunya.
Saat bangun dari tidur, dia mendapati sembilan butir emas itu ada disisinya. Dia lantas membawanya kepada sang kiai.
Si kiai menjelaskan, istana itulah balasan amalnya di surga. Jika dia memilih sembilan butir emas, maka itu akan bisa membuatnya kaya.
Namun khawatirnya dia kehilangan istana yang di surga.
Orang itu pun memilih menyedekahkan sembilan butir emas tadi.
Dia lebih memilih miskin di dunia dan kaya di akhirat. Dibanding kaya di dunia dan miskin di akhirat. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz