JombangBanget.id – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Jombang diprediksi bakal berdampak besar bagi penanaman tembakau.
Dari luas tanam 6.100 hektare lahan yang ditargetkan ditanami tembakau tahun ini, diprediksi akan ada penyusutan.
’’Perkiraan kami kemungkinan penurunannya mencapai 25 persen,’’ kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much Rony.
Jumlah itu setara 1.525 hektare.
Karena banyak petani yang kini belum berani memulai menanam tembakau karena cuaca hujan.
Ada pula petani yang sudah menanam namun rusak kembali dan akan kembali menanam tembakau.
’’Ada yang sampai lima bahkan enam kali diganti bibitnya karena rusak kena hujan. Jadi memang masih akan tanam lagi asal ada jeda hujan,’’ paparnya.
Dia juga memprediksi akan ada pergeseran masa tanam, atau masa tanam mundur. Hal itu karena petani masih mengutamakan tembakau.
Banyak juga petani yang memilih realistis dengan mengganti tanaman mereka. Seperti terjadi di Kecamatan Plandaan.
’’Di Plandaan ada 120 hektare lahan yang sebelumnya cabai dan tembakau bergeser ke padi karena hujan yang masih tinggi,’’ bebernya.
Karena itu, jika penanaman tembakau masih akan berlanjut di sejumlah wilayah utara Brantas, pihaknya memperkirakan luasannya akan berkurang. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz