JombangBanget.id – Sejumlah cabang olahraga (cabor) mengeluhkan kurangnya perhatian KONI Jombang menjelang Porprov Jatim di Malang, 28 Juni hingga 5 Juli 2025.
Tidak pernah ada monitoring ke lapangan membuat sejumlah cabor menganggap KONI Jombang tak serius menangani Porprov tahun ini.
’’Pengawasan terhadap cabor tidak pernah dilakukan sama sekali,’’ kata Samsu, pelatih cabor tarung derajat.
Setiap latihan digelar di Tanggungkramat Ploso, Samsu selalu mengharapkan kehadiran pengurus KONI Jombang.
Minimal untuk sharing dan tanya langsung bagaimana persiapan Porprov yang telah dilakukan. Namun itu tidak pernah dilakukan sama sekali.
’’Tarung derajat paling sering mengadakan tryout ke luar kota juga tidak pernah dimonitor. Motivasi dari pengurus KONI itu sangat penting, jika tidak, ini akan berdampak pada hasil Porprov nanti,’’ jelasnya.
Kurang ketatnya pengawasan dari pengurus, dan mudah percaya hanya dengan melihat laporan yang disampaikan dalam bentuk foto dan video, menurutnya kurang pas.
’’Takutnya event ini nanti hanya jadi ajang buang-buang anggaran, ramai yang ikut, tapi tujuan medali tidak dapat,’’ tegasnya.
KONI dinilai membeda-bedakan perlakuan terhadap satu cabor dengan cabor yang lain.
Sehingga tidak maksimal dalam pembinaan yang adil untuk seluruh cabor.
’’KONI harus tegas dan melakukan pengamatan berdasarkan ilmu olahraga, bukan berdasarkan kedekatan atau anak emas,’’ kritiknya.
Baca Juga: Tim Sepak Bola Jombang Lolos Babak Utama Porprov Jatim, Gus Sentot: Semoga Bisa Meraih Medali
Kurang maksimalnya KONI Jombang dalam mempersiapkan Porprov juga dikeluhkan cabor wushu.
Ketua Harian Wushu Indonesia (WI) Jombang, Imam Taufiq, mengatakan, program yang disusun KONI Jombang hanya formalitas tanpa ada arah yang jelas.
’’Contohnya tes fisik yang mepet, hasilnya bagaimana, mau diapakan, evaluasinya bagaimana? Kesannya hanya sekedar formalitas saja tanpa tujuan yang jelas,’’ ungkapnya.
Dua tahun terakhir, pengurus harian dinilai kurang bersinergi untuk memajukan olahraga di Jombang.
’’Kalau kita perhatikan dua tahun belakangan ini, pengurus tampak jalan sendiri-sendiri. Kami berharap pengurus dapat saling bekerjasama memajukan olahraga di Jombang,’’ tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua KONI Jombang, Sumarsono, mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan monitoring ke lapangan secara langsung.
’’Sebetulnya kami sudah bentuk tim khusus, untuk melakukan monitoring ke lapangan, mungkin belum sampai pada cabor-cabor tertentu,’’ jelasnya.
Soal tidak adilnya pengurus KONI dalam memperhatikan cabor, pihaknya menampik hal tersebut.
Bagi Sumarsono, seluruh cabor diperlakukan sama. Hanya saja, jumlah pengurus yang minim tidak sepadan dengan jumlah atlet yang banyak.
’’Semua kami perlakukan sama, tidak ada anak emas, atau istilah yang lain, semuanya sama bagi KONI Jombang,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz