Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Penentuan Atlet Sepatu Roda Jombang Proyeksi Porprov Jatim Dikeluhkan, Begini Duduk Perkaranya

Wenny Rosalina • Kamis, 12 Juni 2025 | 17:14 WIB

 

Ilustrasi atlet sepatu roda.
Ilustrasi atlet sepatu roda.

JombangBanget.id – Sejumlah atlet sepatu roda Jombang mengeluhkan penunjukan atlet yang bakal diberangkatkan mengikuti pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim di Malang, 28 Juni hingga 5 Juli 2025.

Ini setelah nama mereka dicoret dan diganti nama baru.

’’Lolos seleksi resmi, tiba-tiba nama saya dicoret dan diganti dengan atlet lain,’’ kata EAE, salah satu atlet sepatu roda.

Dia satu dari tujuh atlet yang namanya dicoret dari daftar Porprov. Padahal dia sudah lolos seleksi resmi tingkat kabupaten.

Ketujuh atlet juga sudah mengikuti pemusatan latihan kabupaten dan tes fisik yang diadakan KONI Jombang persiapan Porprov.

’’Ini soal keadilan dan sportivitas. Anak-anak kami sudah berjuang keras, bahkan masuk Puslatkab resmi. Tapi hak mereka dirampas begitu saja,’’ keluh N, ibu atlet.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Porserosi Jombang, Sutrisno, menjelaskan, kegaduhan ini bermula dari masalah organisasi cabor.

Mulanya, tiga dari enam klub diduga mengadakan musyawarah cabang luar biasa (Muscablub) untuk melengserkan Sutrisno.

Berita acara Muscablub itu juga ia terima, juga diterima ketua KONI Jombang, Porserosi Provinsi Jatim, hingga KONI Jatim.

’’Muskablub itu aturannya sudah ditata dalam AD/ART. Dari namanya saja sudah salah, harusnya musyawarah kabupaten luar biasa, muscablub yang diadakan tiga klub itu dinilai KONI Jatim, KONI Jombang dan Porserosi Jatim tidak sah,’’ ungkapnya.

Idealnya, Muscablub harus diikuti 50 persen plus 1 klub. Harus dihadiri KONI Jombang, Perserosi Jombang dan Porserosi Jatim.

Baca Juga: Tim Sepak Bola Jombang Lolos Babak Utama Porprov Jatim, Gus Sentot: Semoga Bisa Meraih Medali

’’Muscablub tidak sah karena sudah melanggar AD/ART,’’ katanya.

Sutrisno merasa kecewa sebab nama baik Porserosi dan dirinya sudah dinodai oleh klub, dan menilai tuduhan yang dijadikan dasar Muscablub itu tidak berdasar.

KONI Jombang juga sempat melakukan satu kali audiensi dengan klub. Porserosi dan KONI berupaya mencari jalan tengah. Namun, audiensi pertama gagal.

’’KONI juga sempat memberikan kesempatan kepada tiga klub itu untuk mencabut berita acara yang telah diberikan ke Porserosi Jatim dan KONI Jatim dalam waktu satu minggu, tapi tidak dilakukan sampai kalau tidak salah delapan hari,’’ jelas Sutrisno yang juga merupakan Wakil Ketua II KONI Jombang. 

Sutrisno akhirnya berkonsultasi dengan Porserosi provinsi dan PB Porserosi untuk mencari solusi.

Dan disarankan untuk menonaktifkan tiga klub itu karena dianggap sudah mencoreng marwah Porserosi.

’’Tiga klub akhirnya saya nonaktifkan pada 7 Mei,’’ ungkapnya.

Tujuh atlet yang mengeluhkan pencoretan namanya tersebut berasal dari tiga klub yang dinonaktifkan.

Praktis, syarat administrasi untuk mengikuti Porprov juga tidak terpenuhi. Sehingga ketujuhnya dicoret dan digantikan atlet cadangan.

Sutrisno mengaku sudah menawarkan kepada tujuh atlet itu untuk gabung di klub lain yang aktif agar tetap bisa ikut Porprov. Sayangnya tawaran itu tidak diterima.

Beberapa hari setelah klub dinonaktifkan, audiensi kedua dilakukan KONI Jombang.

Tiga klub sepakat minta maaf, sebab dengan dinonaktifkannya klub artinya klub tidak diperbolehkan lagi mengikuti atau mengadakan segala event dengan membawa nama Porserosi.

’’Non aktif klub rencananya saya cabut setelah Porprov, karena pencabutan non aktif itu juga ada prosedur yang telah tertuang di AD/ART,’’ katanya.

Porserosi memiliki kuota enam atlet dari KONI Jombang. Hanya bisa ikut masing-masing dua atlet pada tiga kategori.

’’Awalnya kami berangkat 11 atlet, yang ditanggung KONI 6 atlet, sisanya mandiri, sudah saya nego ke Porserosi Jatim agar bisa minimal tiga atlet pada setiap kategori, sudah disetujui. Tapi karena masalah ini, ya sudah kita berangkat enam atlet saja sesuai ketentuan KONI,’’ jelasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Jombang, Sumarsono, menegaskan, KONI tidak memiliki hak untuk menunjuk atlet.

’’Yang menentukan atlet berangkat itu cabor,’’ ucapnya.

KONI hanya dapat memutuskan berdasarkan syarat administrasi yang dipenuni atlet.

’’Kami hanya mengurus syarat administrasi, tidak ada hak untuk mencoret atau menghapus nama atlet,’’ ucapnya.

Terkait permasalahan di internal Porserosi, pihaknya telah melakukan audiensi untuk mencari jalan tengah.

’’Kami sudah memanggil cabor dan klub. Intinya, organisasi yang ada AD/ART, itu harus dipatuhi dan dijunjung tinggi,’’ tegasnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Dicoret #muscablub #sepatu roda #atlet #KONI Jombang #Jombang #perserosi #masalah #Porprov Jatim #atlet sepatu roda