Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Ini Keutamaan dan Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Rojiful Mamduh • Kamis, 29 Mei 2025 | 14:05 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ustad Addin Mustaqim Alhafiz, menjelaskan keutamaan 10 awal Dzulhijjah.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah selain dari 10 hari pertama Dzulhijjah,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (28/5).

Beberapa amalan yang dianjurkan: Puasa Tarwiyah dan Arafah (8 dan 9 Dzulhijjah), terutama bagi yang tidak berhaji.

Rasulullah bersabda: Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Memperbanyak zikir dan doa, terutama pada saat wukuf, yakni 9 Dzulhijjah dari Duhur hingga Magrib. Nabi bersabda: Sebaik-baik doa adalah doa di hari Arafah.

Berkurban bagi yang mampu. Sebagaimana diperintahkan dalam QS Alkautsar 1-2.

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.

Salah satu teladan utama dari Nabi Ibrahim adalah doanya yang penuh harap dan keyakinan ketika belum memiliki keturunan.

Sebagaimana diabadikan dalam QS Assaffat 100. Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

Anak yang saleh adalah karunia terbaik di antara berbagai bentuk rezeki duniawi.

Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi membagi rezeki jadi empat. Paling rendah adalah harta.

Baca Juga: Binrohtal: Terhalang Masuk Surga Karena Berbuat Zolim

Lebih tinggi yakni kesehatan. Lebih utama yakni anak yang saleh. Rezeki yang sempurna yakni rida Allah Ta'ala.

Salah satu ikhtiar membentuk generasi saleh adalah memastikan makanan yang masuk ke perut berasal dari yang halal dan baik.

Pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah kita juga dianjurkan berpuasa sunah.

Alkisah, Abu Yusuf Ya’qub bin Yusuf punya teman di Makkah. Ketika keduanya berada di tempat gersang nan tandus, si teman wafat.

Abu Yusuf pun keluar mencari kain kafan. Namun dia kaget karena saat kembali temannya sudah dikerumuni banyak peziarah.

Dia makin kaget  saat melihat kain kafan berwarna hijau yang membungkus temannya bertuliskan: ’’Inilah balasan orang yang mengutamakan rida Allah ketimbang rida dirinya sendiri; orang yang rindu menemui-Ku dan karenanya Aku pun rindu menemuinya.’’

Setelah mengubur jenazah, Abu Yusuf mimpi melihat temannya menunggang kuda.

Di belakang ada satu orang yang sangat tampan di kawal empat orang. Abu Yusuf bertanya, siapa mereka?

Temannya menjawab, itu Nabi Muhammad SAW dan empat sahabat yang hendak menziarahiku.

Abu Yusuf pun kagum dan bertanya, ’’Bagaimana kamu bisa mendapatkan kemuliaan semacam ini?’’

’’Sebab aku memprioritaskan rida Allah dibanding rida diriku sendiri dan aku berpuasa pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah,’’ jawab temannya.

Sejak itu, Abu Yusuf selalu berpuasa tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.  (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #keutamaan #10 hari pertama bulan Dzulhijjah #masjid #Jombang #Dzulhijjah