JombangBanget.id – Komisi B DPRD Jombang meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada para pedagang terkait kegiatan rehab pasar.
Sehingga, tidak ada celah nantinya pasar tersebut ditinggalkan pedagang.
Saat ini pembahasan desain pasar sudah klir.
”Rekomendasi kami awal kemarin memang meminta dinas untuk mengubah desain Pasar Ploso,” ujar Ketua Komisi B DPRD Jombang Anas Burhani saat dikonfirmasi.
Dirinya menambahkan, setelah selesai memang harus dilakukan paparan bersama dengan asosiasi pedagang.
”Dari desain yang ditampilkan waktu hearing lalu sudah tidak ada masalah, pedagang juga nampaknya setuju,” katanya.
Anas menjelaskan, untuk pasar lama hanya dilakukan revitalisasi saja. Sedangkan untuk pasar buah diletakkan di utara Sub Terminal Ploso.
”Intinya menata Pasar Ploso itu tidak meluber ke jalan,” tegasnya.
Meski desain sudah disepakati, politisi PKB ini memberikan beberapa catatan, salah satunya terkait dengan drainase yang harus dibenahi.
”Agar tidak terjadi banjir di pasar. Terlebih lagi, belakang pasar ada sungai jadi lebih mudah,” tegasnya.
Tidak hanya itu, dinas juga harus segera melakukan sosialisasi ke pedagang yang sudah terdata.
Baca Juga: Disdagrin Ubah Desain Pembangunan Pasar Ploso Baru, Bakal Diubah Jadi Begini
”Meski asosiasi sudah sepakat tapi masih banyak pedagang yang belum tahu. Sehingga sosialisasi ke pedagang harus diintensifkan,” katanya.
Sehingga, tidak ada cela lagi nantinya proyek pasar Ploso ini ditinggalkan pedagang. ”Jadi kami minta dinas untuk melakukan sosialisasi yang masif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo mengaku desain Pasar Ploso sudah selesai.
”Jadi sudah kami paparkan ke ko misi B dan asosiasi pedagang sudah klir tidak ada masalah,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dirinya juga menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi ke pedagang minggu kemarin. Diharapkan memang, tidak terjadi permasalahan kedepan.
”Minggu kemarin kami juga sudah mulai sosialisasi di kantor Kecamatan Ploso,” katanya.
Dikatakannya, pihaknya juga sudah memberikan pemahaman secara detail terkait proyek revitalisasi Pasar Ploso dan pasar buah yang menggunakan Sub Terminal Ploso.
”Tinggal nanti menunggu proyek dimulai,” pungkasnya.
Rencana revitalisasi Pasar Ploso dengan pagu mencapai Rp 7,8 miliar sempat jadi polemik.
Sejumlah pedagang tak sepakat bangunan pasar dibangun dua lantai.
Hasilnya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang akhirnya mengubah desain.
”Hasil koordinasi dengan Dinas PUPR Jombang dan Komisi B DPRD Jombang ada perubahan desain,” ujar Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo saat dikonfirmasi.
Suwignyo menjelaskan, sebelumnya desain bangunan pasar akan dibangun dua lantai.
Namun, setelah melalui banyak pertimbangan dan masukan dari banyak pihak termasuk pedagang pasar, desain bangunan diubah satu lantai.
”Jadi kemarin kita melakukan penyesuaian KAK (kerangka acuan kerja) dan DED (Detail Engineering Design)-nya,” katanya.
Kendati demikian, Suwignyo menegaskan penyesuaian sudah dilakukan. Kini tinggal melakukan konsultasi dengan dinas teknis.
”Rencana hari ini kita kirim ke dinas PUPR, apakah sudah sesuai atau sebaliknya,” bebernya.
Apabila sudah sesuai, langkah berikutnya dinas akan melakukan paparan kepada bupati dan DPRD Jombang.
”Minggu depan rencananya kita akan melakukan paparan,” tegasnya.
Diakuinya, waktu juga sudah sangat mempet dan harus segera dimulai pekerjaannya mengingat kegiatan fisik dan anggarannya cukup besar.
”Jadi nanti kita lihat akan melalui lelang atau e-purchasing. Menunggu hasil konsultasi dengan dinas teknis,” pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz