JombangBanget.id – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak longsor Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam, Jombang belum seratus persen tuntas.
Dari total 28 unit huntara yang direncanakan dibangun, kini tinggal menyisakan sembilan unit saja.
Sementara 19 unit huntara yang sudah selesai dibangun, sudah diserahkan kepada warga.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi mengatakan, saat ini pihaknya mengebut pembangunan huntara.
”Saat ini terus dikebut, target kita 9 huntara dua minggu ini bisa selesai,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, (9/5).
Ia mengatakan, sembilan unit huntara diproyeksikan selesai dalam dua minggu jika cuaca bersahabat.
Namun, jika cuaca kurang mendukung maka pembangunan terancam molor.
”Karena kalau hujan deras berisiko jika kita lanjutkan, terutama pada pemasangan rangka,’’ jelas Agung.
Agung mengatakan, jika sembilan unit huntara tersebut selesai, maka total huntara yang akan diserahkan kepada warga terdampak longsor ada 28 unit.
”Totalnya jadi 28 unit. Sisanya kan sudah diserahkan oleh pak Bupati kemarin,” papar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan hunian sementara (huntara) warga terdampak longsor di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang sebagian sudah rampung.
Sebanyak 19 unit huntara untuk 19 kepala keluarga (KK) diserahkan oleh Bupati Jombang Warsubi, kepada warga, Jumat (25/4).
Huntara bukan sekedar tempat tinggal sementara yang layak bagi korban longsor.
Tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan kembali optimisme masyarakat setempat.
’’Sebanyak 19 unit huntara dari total 28 unit yang disiapkan kini telah rampung dan siap dihuni. Sisanya sembilan unit masih dalam proses,’’ kata Warsubi.
Pembangunan huntara untuk warga terdampak longsor merupakan prioritas dalam 100 hari kerja.
”Daripada masyarakat berada di posko pengungsian, kami prioritaskan huntara yang sudah jadi ini untuk segera bisa ditempati,’’ ucapnya.
Usai diserahkan, Pemkab Jombang tak akan lepas tangan. Namun akan dilakukan evaluasi ke depannya.
’’Sambil berjalan, kita bisa mengevaluasi kebutuhan riil yang dibutuhkan oleh warga. Dan yang terpenting, saudara-saudara kita agar tidak terus tidur dalam kondisi darurat, kasihan,” tandasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz