JombangBanget.id - Anggota Komisi Dakwah MUI Kabupaten Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan pentingnya beramal dengan totalitas.
’’Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa salam bersabda; Allah SWT senang pada orang yang beramal secara totalitas,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (5/5).
Nabi juga bersabda: Sesungguhnya Allah SWT mencintai jika salah seorang dari kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia menyempurnakannya.
Allah SWT berfirman dalam QS Alkahfi 30. Sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.
Berbuat baik di sini tidak cukup hanya niat. Namun harus dilaksanakan dengan ihsan.
Nabi juga memperingatkan kita tentang amal yang sia-sia karena tidak dilakukan dengan totalitas dan ikhlas.
Nabi bersabda: Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan dari puasanya selain lapar dan dahaga.
Dan betapa banyak orang yang berdiri (salat malam) tidak mendapatkan dari salat malamnya selain begadang.
Ini adalah peringatan agar setiap amal dikerjakan dengan hati yang hadir, khusyuk, dan niat yang lurus.
’’Jika orang beramal secara totalitas maka Allah lah yang akan membalas tanpa batas, tapi kalau beramal asal asalan, bisa jadi tidak mendapat apa-apa,’’ tegasnya.
Sebagaimana Nabi tegaskan, banyak orang yang melakukan salat malam namun tidak mendapat apa-apa, hanya melek (tidak tidur) yang diperolehnya, dan banyak orang yang berpuasa hanya mendapat lapar dan dahaga.
Ini adalah peringatan bagi kita agar setiap kali melakukan amal dilakukan dengan sebaik-baiknya, totalitas dan ikhlas.
Ketika melakukan salat lakukanlah dengan tenang, khusyuk, konsentrasi dan fokus, jangan kebut-kebutan.
Salat itu sedang menghadap Allah SWT, tentu harus dilakukan dengan penuh kekhusyukan, tidak seperti orang balapan.
Ketika puasa jangan hanya asal tidak makan dan tidak minum tapi juga meninggalkan keinginan nafsu yang mengajak pada perbuatan yang tidak baik seperti bohong, menggunjing, fitnah, adu domba, sumpah palsu dan perbuatan jelek lainnya.
Termasuk amal itu adalah bekerja. Allah SWT senang jika orang bekerja dengan baik, sungguh-sungguh dan disiplin.
Baik ada yang ngawasi atau tidak, dilakukan secara totalitas.
Jika ini yang dilakukan maka Allah SWT akan memberi tambahan balasan melebihi dari hak yang sudah semestinya diperoleh dari atasannya.
Mubarok seorang budak ketika dipasrahi juragannya untuk bekerja menjaga kebun kurma, ia lakukan dengan sebaik-baiknya.
Ia curahkan tenaga, waktu, pikiran totalitas untuk menjaga kebun kurma.
Bahkan ia tidak berani sedikitpun mencicipi buah kurma walaupun hanya satu biji saja, karena itu bukan haknya.
Ketika sang juragan perintah Mubarok untuk memilih kurma yang manis untuk dijual, ia menjawab tidak bisa karena tidak tahu mana kurma yang manis.
Juragan marah-marah, ia menjawab; ’’Mohon maaf saya ini tidak pernah mencicipi sedikitpun, bagaimana bisa tahu kurma yang manis.’’
Betapa kagetnya sang juragan, ternyata Mubarok ini orangnya tanggungjawab, disiplin, amanah dan tidak nyeleweng.
Sang juragan tertarik dengan sikap Mubarok, akhirnya ia dimerdekakan, dinikahkan dengan putrinya. Bahkan kebun kurma itu diberikan kepada Mubarok.
Apa yang dilakukan Mubarok secara totalitas, ia tidak sekadar mendapat haknya sebagai seorang budak.
Tapi juga mendapat balasan yang tak terduga berupa bebas dari perbudakan, dinikahkan dengan putri juragan dan mendapat kebun kurma. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz