JombangBanget.id - Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang, Dr KH Achmad Roziqi LC, menjelaskan manfaat dan mudaratnya harta.
’’Harta bisa menjadi penghantar dan penghalang kepada Allah SWT,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (24/4).
Makanya kita tidak bisa mengukur kesalehan seseorang dengan harta.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Allah memberikan harta dunia kepada orang yang dicintai dan tidak dicintai.
Namun Allah SWT hanya memberikan agama kepada orang yang dicintai. Kita juga tidak boleh memuliakan seseorang karena hartanya.
Nabi bersabda; Barang siapa merendahkan dirinya di hadapan orang kaya karena kekayaannya sungguh telah lenyap dua pertiga agamanya.
’’Harta itu pemberian Allah yang nantinya akan kita pertanggungjawabkan. Yang benar dalam membelanjakan hartanya akan diberi pahala, dan yang tidak benar maka tanpa ampunan Allah akan menuai balasannya,’’ terangnya.
Dunia ini, bagi para musuh Allah adalah hijab (penghalang) dari Allah SWT.
Sedangkan bagi para kekasih Allah SWT, dunia ini adalah kendaraan yang menghantarkan dirinya kepada Allah SWT.
Ada ayat yang memuji bagi orang-orang yang benar dalam menggunakan hartanya hingga ia sampai pada titik derajat yang luhur di sisi Allah SWT.
Bahkan digambarkan mereka inilah yang tiada rasa takut dan khawatir dalam dirinya lantaran kedekatannya dengan Allah SWT.
Allah berfirman dalam QS Albaqarah 274; Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Di sisi yang lain, Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang yang terlalai dengan hartanya sehingga ia semakin jauh dan terhalang dari Allah sebagai orang-orang yang merugi.
Allah SWT berfirman dalam QS Almunafiqun 9.
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.
Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.
Dengan mencermati penjelasan di atas maka kita harus berhati-hati dalam menggunakan harta yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Tentunya kita menginginkan masuk dalam kelompok pertama. Yaitu mereka yang dengan hartanya bisa sampai kepada Allah SWT.
Seperti para sahabat yang kaya seperti Abu Bakar, Umar, Ustman dan Abdurrahman bin Auf.
Mereka sukses menggunakan hartanya sebagai kendaraan untuk wusul kepada Allah SWT.
Seperti untuk sedekah, memerdekakan budak, haji, umrah dan berjihad dengan harta.
Mereka lah orang kaya di dunia yang selamat dan sukses menggapai rida Allah SWT.
Di sisi lain, yang miskin pun bisa wusul kepada Allah SWT.
Di antaranya dengan wiridnya, yaitu subhanallah, alhamdulillah dan Allahu akbar sebanyak 33 kali yang dibaca di setiap selesai salat. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz