JombangBanget.id – Pemkab Jombang pesimistis tahun ini proyek jalan baru menuju rencana kawasan industri (KI) utara Sungai Brantas, Jombang bisa terealisasi.
Setelah pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, menjelaskan, pemkab sudah mengusulkan program itu sejak Januari lalu.
Harapannya, pembangunan jalan baru menuju kawasan industri didanai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
’’Hari ini semua infrastruktur yang didanai APBN drop semua, termasuk DAK (dana alokasi khusus),’’ kata Bayu kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Adanya efisiensi anggaran bakal berdampak ke pengajuan pemkab. ’’Kemungkinan besar tahun ini belum bisa,’’ imbuhnya.
Jalan baru itu disiapkan Pemkab Jombang. Sebab di utara Sungai Brantas masuk dalam rencana kawasan industri.
Sesuai dengan Peraturan daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jombang 2021-2041.
Pasal 29 menyebutkan, kawasan peruntukan industri (KPI) memiliki luas 2.685 hektare, menyebar di 19 kecamatan.
Sedangkan pengembangan rencana kawasan industri (KI) menyebar di empat kecamatan.
Bandarkedungmulyo, dan tiga kecamatan di utara Brantas yakni Kabuh, Ploso dan Kecamatan Kudu.
Jalan baru menuju kawasan itu diajukan ke pusat, karena butuh anggaran besar.
Berdasarkan hasil perencanaan, kebutuhan anggaran pembangunan mencapai ratusan miliar rupiah.
’’Hampir Rp 170 miliar, karena pembangunan mulai nol,’’ kata Bayu.
Jalan itu rencananya sepanjang dua kilometer dengan lebar 20 meter. Membentang dari wilayah Kecamatan Kabuh dan Kecamatan Kudu.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Jatim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Siti Sekar Gondo Arum, juga belum bisa memastikan. Penyebabnya, menunggu kabar lebih lanjut dari pusat.
’’Kita nunggu saja dari Kementerian PU, karena tahun ini ada efisiensi anggaran,’’ kata Sekar.
Proyek pembangunan jalan baru di kawasan utara Brantas menuju kawasan (KI) hingga kini belum ada kejelasan.
Pemkab kembali berkirim surat pengajuan ke pemerintah pusat Januari lalu, dengan harapan pembangunan jalan yang direncanakan sepanjang dua kilometer membentang dari Kecamatan Kudu hingga kecamatan Kabuh bisa dibiayai APBN.
Jalan itu penting karena menjadi kebutuhkan akses ke kawasan industri.
Jika akses jalan sudah mendukung industri, maka investor akan mau secepatnya membangun di kawasan industri. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz