Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kalam Jumat: The Furniture (12)

Ainul Hafidz • Jumat, 11 April 2025 | 15:15 WIB

Rubrik opini KH Mustain Syafii.
Rubrik opini KH Mustain Syafii.

Fa wail li al-musallin. Al-ladzin hum ‘an salatihin sahun. Neraka bagi orang yang melalaikan salat.

Jadi, orang yang salat itu pasti bagus, tetapi akan menjadi tidak bagus karena, sering mengabaikan.

Ya, tapi tetap salat, hanya saja dikerjakan pada akhir waktu dan secara acak. Dan jika sampai lalai, apalagi meninggalkan, maka berarti tidak salat.

Maka pantas, kelak diancam dengan neraka. Itulah makna ’’sahun”.

Ya, karena salat itu tiang agama. Bangunan yang tiangnya kokoh, maka kokohlah. Jika tiangnya rapuh, maka robohlah.

Anda mau melihat keimanan seseorang? Maka lihatlah salatnya. Ya, karena salah satu indikasi keimanan seseorang adalah salatnya.

Beitu pula jika ingin mengerti derajat keimanan Anda sendiri, kemunafikan anda sendiri, maka rasakan bagaimana salat anda..?

Karena salat adalah salah satu tolok ukur keimanan dan orang munafik paling berat, paling bermalas-malasan menjalankan salat.

Salat adalah media langsung berkomunikasi dengan Tuhan, yang diekspresikan dengan bahasa, dialog dan rayuan dalam gerakan-gerakan khusus.

Salat mesti dilakukan secara rutin, minimal lima kali tatap muka dalam sehari semalam.

Salat itu pelebur dosa dan seorang sahabat terkaget. Lalu membantah tesis yang disabdakan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam ini.

Baca Juga: Kalam Jumat: Ramadan (2)

’’Kok bisa begitu Ya Rasulallah..?” Rasul mulia itu menjawab dengan bahasa tamsilan: ’’Bayangkan jika seseorang mempunyai kolam renang jernih di depan rumahnya, lalu dia lima kali mandi di kolam tersebut. Apa terbayang di benak anda, bila masih ada kotoran di badannya..?

Tuhan menfasilitasi ibadah salat ini dengan aksesoris-aksesoris pahala yang menggiurkan.

Ada salat sunah, qabliyah dan bakdiyah. Ada salat khusus mengunduh rezeki berlimpah, seperti salat duha.

Ada salat tahajud berfaedah menggapai derajat tinggi, baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan manusia.

Suatu ketika ada pertemuan para kiai Nahdlatul Ulama dan KH M Hasyim Asy’ari salah satu yang memberi nasihat kepada mereka.

Pada termin dialog, seorang kiai mengeluhkan kewibawaan dan haibah kiai sekarang, ’’Kok banyak kiai yang tutur katanya kurang didengar oleh masyarakatnya sendiri..’’

KH M Hasyim tidak menjawab, hanya membacakan ayat: ’’Inn nasyi’ah al-lail hiy asyadd wath’a wa aqwam qila.’’ (al-Muzzammil:6).

Pesan ayat tersebut, kira-kira begini: Bahwa orang yang aktif salat malam, nasyi’ah al-lail – itu tangguh pendirian dan tutur katanya mantap, didengar umat. (bersambung, in sya’ Allah).

Editor : Ainul Hafidz
#Tebuireng #KH Mustain Syafii #Jumat #kalam #Jombang #furniture #salat