Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Jasa Perahu Tambang Diminati saat Lebaran, Ini Tiga Jalur Tersibuk di Jombang

Ainul Hafidz • Minggu, 6 April 2025 | 14:18 WIB
JALUR SIBUK: Sejumlah kapal beroperasi menyeberangkan penumpang di Sungai Brantas Desa/Kecamatan Megaluh, Jombang.
JALUR SIBUK: Sejumlah kapal beroperasi menyeberangkan penumpang di Sungai Brantas Desa/Kecamatan Megaluh, Jombang.

JombangBanget.id – Jasa perahu tambang Sungai Brantas di Jombang jadi salah satu moda transportasi diminati ketika mudik dan balik Lebaran.

Tiga lokasi yang selalu ramai dimanfaatkan pemudik untuk memangkas waktu dan menghindari kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Budi Winarno menjelaskan, jasa perahu tambang juga menjadi salah satu atensi pihaknya selain moda transportasi darat ketika mudik Lebaran.

”Jadi kami tetap menyosialisasikan kepada pengusaha dan operator atau penyedia jasa perahu tambang. Kami pertegas dengan pemasangan banner di sekitar lokasi,” kata Budi kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Pihaknya juga melakukan cek ke lapangan. ”Mulai dari kesiapan, baik mulai dari kondisi dermaga, perahu atau kapal dan pelampung serta life jacket,” imbuh dia.

Berdasarkan hasil pengecekan tiap tahun, ada tiga lokasi jasa tambangan yang sibuk selama mudik dan balik Lebaran.

Masing-masing di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo mengarah ke Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.

Desa/Kecamatan Kesamben dengan Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Desa/Kecamatan Megaluh dengan Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk.

”Tiga yang ramai karena perbatasan dengan Nganjuk dan Mojokerto, terutama di Megaluh. Di sana paling sibuk, karena selain roda dua juga roda empat,” tutur dia.

Data terakhir yang dikantongi, sedikitnya ada 32 jasa perahu tambang beroperasi di sepanjang Sungai Brantas di Jombang.

Baca Juga: Mudik Lebaran, Disdagrin Jombang Sulap Pasar Ngrawan Jadi Jujugan Istirahat, Berikut Fasilitas Lengkapnya

”Sekitar 80 persen ini masih beroperasi, sisanya terutama di tengah atau di luar daerah perbatasan antardaerah ini cenderung sepi. Dan ada beberapa yang sudah tidak beroperasi,” ujar dia.

Selama ini, jasa itu dipergunakan masyarakat karena bisa memangkas waktu dan jarak. ”Selain itu menghindari kemacetan di jalur utama,” katanya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#mudik #balik #patianrowo #brodot #Megaluh #perahu tambang #Jalur Sibuk #sungai brantas #Kesamben #Jombang #lebaran #kemlagi