JombangBanget.id - Mudir Ma’had Aly Tebuireng, Jombang, Dr KH Achmad Roziqi, menjelaskan amalan di penghujung Ramadan.
’’Ada lima amalan di penghujung Ramadan,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (27/3).
Pertama, berdoa memohon ampunan.
Suatu ketika, Aisyah radiyallahu anha bertanya kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, ’’Wahai Rasulullah, apabila saya menjumpai malam lailatul qadar, bagaimana saya harus berdoa?’’
Rasulullah SAW menjawab, ’’Katakanlah Allahumma innaka afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Engkau senang memberi ampunan maka ampunilah aku).’’
Kedua, berzikir mengingat Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa sibuk zikir kepada-Ku hingga ia tidak sempat meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya lebih baik dari apa yang diberikan kepada orang-orang yang meminta.
Zikir dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari tasbih, tahmid, takbir, hingga membaca kalimat-kalimat yang mengingatkan kita kepada Allah SWT.
Ketiga, i'tikaf di masjid.
‘Aisyah radiyallahu ‘anha berkata; Nabi SAW biasa beri’tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah SWT.
Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat.
Baca Juga: Binrohtal, Berikut Penjelasan QS Albaqarah 183 hingga 186 tentang Puasa Membuat Doa Mudah Terkabul
I’tikaf ini sangat dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang pergi ke masjid di pagi hari dan sore hari, Allah akan menyiapkan baginya tempat di surga setiap kali ia pergi dan pulang.
I'tikaf merupakan cara yang sangat baik untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Karena selama i’tikaf kita berdiam diri, merenung dan berkontemplasi.
Keempat, banyak berbagi. Ramadan adalah bulan yang mengajarkan umat Islam untuk lebih peka terhadap sesama.
Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang sangat dermawan, dan lebih dermawan di bulan Ramadan.
Ibnu Abbas berkata; Rasulullah SAW orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika bertemu dengan Jibril di bulan Ramadan.
Jibril menemui Rasulullah SAW setiap malam di bulan Ramadan untuk mengajarkan Alquran kepadanya. Rasulullah SAW menjadi lebih dermawan daripada angin yang berhembus.
Kelima, membaca Alquran dengan penuh khusyuk.
Salah satu amalan utama dalam Ramadan adalah membaca Alquran.
Di bulan yang mulia ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Alquran dan merenungkan maknanya.
Hal ini diperkuat dengan kisah Rasulullah SAW dan Jibril yang bertemu setiap malam di bulan Ramadan untuk mengkaji Alqur'an.
Dalam hadis disebutkan, Rasulullah SAW menjadi lebih dermawan dan giat dalam beramal kebaikan ketika bertemu Jibril untuk membaca dan mempelajari Alquran tiap malam di bulan Ramadan.
Para ulama juga memberi teladan banyak membaca Alquran di bulan Ramadan. Seperti Imam Syafii yang di bulan Ramadan selalu khatam dua kali setiap hari.
Sekali di siang hari dan sekali malam hari. Sehingga selama bulan Ramadan khatam Quran 60 kali.
Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa sibuk dengan Alquran hingga ia tidak sempat meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya lebih baik dari apa yang diberikan kepada orang-orang yang meminta. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz