JombangBanget.id – Pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (bipih) tahap 1 di Jombang telah ditutup per Jumat (14/3) lalu.
Data yang dihimpun Kemenag Jombang, total ada 233 calon jemaah haji (CJH) Jombang yang tidak melakukan pelunasan.
Setelah diinventarisir, faktornya bermacam-macam mulai meninggal dunia, sakit hingga faktor ekonomi.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir menyampaikan, dari jumlah 1.004 jumlah jamaah kuota keberangkatan 2025, telah diberikan kesempatan untuk melakukan pelunasan bipih tahap pertama mulai 14 Februari - 14 Maret.
”Yang melunasi ada 771 dan yang tidak melunasi tahap 1 ada 233,’’ ujar dia melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jombang Ilham Rohim, Minggu (16/3).
Dijelaskan, ada beberapa faktor yang membuat ratusan jemaah tidak melunasi bipih tahap 1.
Mulai alasan ekonomi karena terkendala biaya, meninggal dunia, menunggu mahram atau penggabungan suami/istri maupun anak/orang tua, tidak di ketahui alamatnya, sakit, cerai dengan pasangannya hingga sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
”Jadi, setelah kami lakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan ada bebeapa alasan,’’ jelas dia.
Selain faktor di atas, Kemenag juga mendapat informasi jika ada beberapa CJH yang belum melakukan pelunasan karena hasil istitaah dari dinas kesehatan belum keluar.
Hal itu, dikarenakan berdasarkan verifikasi kesehatan yang dilakukan dinkes belum rampung. Apalagi, sesuai kebijakan terbaru, istitaah menjadi syarat utama pelunasan.
”Jadi untuk yang belum istitaah diajukan gagal sistem ada 13 orang diajukan pelunasan tahap ke 2. Sedangkan yang sudah istitaah tidak melunasi dinyatakan tunda berangkatnya di tahun ini,’’ papar dia.
Dia mengatakan, dari total 1.004 CJH yang masuk kuota keberangkatan 2025, dalam perkembangannya ada 222 yang menyatakan tunda berangkat karena berbagai alasan.
”Faktornya hampir sama dengan yang tidak melunasi bipih tahap 1,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz