JombangBanget.id - KH Fauzan Kamal Alhafiz, menjelaskan pentingnya menyambut bulan suci Ramadan.
’’Salah satu tanda keimanan yakni bergembira menyambut Ramadan,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (21/2).
Ibarat akan menyambut tamu agung yang ia nanti-nantikan, maka ia persiapkan segalanya.
Hati menjadi sangat senang tamu Ramadan akan datang. Tentu lebih senang lagi jika ia menjumpai Ramadan.
Hendaknya seorang muslim khawatir terhadap dirinya jika tidak ada perasaan gembira menyambut datangnya Ramadan.
Karena bisa jadi ia terluput dari kebaikan yang banyak. Ramadan merupakan karunia dari Allah dan orang muslim harus bergembira.
Allah SWT berfirman dalam QS Yunus 58. Katakanlah: ‘Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.
Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
Sebagian ulama salaf berkata, ’’Dahulu mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan lagi dengan Ramadan.
Kemudian mereka juga berdoa selama enam bulan agar Allah menerima amal-amal saleh di Ramadan yang lalu.
Kita harus bergembira menyambut Ramadan karena banyaknya kemuliaan, berkah, dan keutamaan pada bulan Ramadan.
Baca Juga: Binrohtal, Berbuat Baik Itu Mudah
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya.
Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu.
Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1.000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.
Amru bin Qais berkata; Keberuntungan bagi seseorang yang memperbaiki dirinya sebelum datangnya Ramadan.
Ramadan tinggal sepekan lagi menyapa. Untuk meraih manfaat maksimal, kita harus melakukan persiapan terbaik.
Bak hendak menempuh ujian naik kelas, kita harus belajar dan mempersiapkan diri lebih dini agar berhasil. Pertama, persiapan ruhani (keimanan).
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda tentang bulan Ramadan; Barangsiapa yang berpuasa Ramadan dan salat malam di bulan Ramadan karena iman kepada Allah SWT dan mengharapkan pahala maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya.
Selain itu, persiapan fisik dengan perbanyak puasa sunah di bulan Syakban dan berolahraga. Juga persiapan hati dari penyakit-penyakit riya’, hasad dan malas.
Imam Ibnu Rajab berkata; Syakban adalah bulan latihan sebelum memasuki Ramadan, agar ketika datang bulan penuh berkah itu, seseorang telah siap melaksanakan ibadah dengan optimal.
Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang berbahagia menyambut kedatangan bulan Ramadan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk api neraka.
Dulu, ada seorang pemuda ahli maksiat, tidak pernah salat kecuali hanya beberapa kali dalam setahun. Hari-harinya hanya terisi kelalaian.
Meski begitu, dia memiliki prasangka yang sangat baik kepada Bulan Ramadan.
Jika waktu Ramadan telah tiba, ia menyiapkan diri dengan menggunakan baju yang terbaik, dan wewangian yang paling mahal.
Semua salat yang lampau dia qada semua pada bulan Ramadan. Dia puasa penuh dengan rasa khusyuk dan penyesalan atas dosa yang telah lewat.
Ada orang bertanya, kenapa ia melakukan hal tersebut khusus pada bulan Ramadan?
Dengan penuh keyakinan ia menjawab, ’’Ini bulan, Allah isi semua menitnya dengan ampunan dan kasih sayang, dan setiap detiknya dengan keberkahan.’’
Ternyata, Ramadan itu adalah Ramadan terakhir yang ia lalui. Dia pun wafat.
Beberapa waktu usai wafatnya, ada orang saleh yang tinggal di kampungnya bermimpi bertemu dengan pemuda itu.
’’Apa yang kamu dapatkan setelah kematianmu?’’
Dengan senyum, dia menjawab, ’’Allah mengampuniku karena rasa hormatku kepada bulan Ramadan.’’ (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz