JombangBanget.id - Pondok Pesantren Midanutta'lim Desa Mayangan Kecamatan Jogoroto, Jombang, KH M Ali Imron, menjelaskan keutamaan bulan Syakban.
’’Bulan Syakban ini istimewa karena didalamnya ada lailatul mubarokah,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (6/2).
Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Addukhon ayat 3. Malam yang diberkahi itu yakni malam nisfu Syakban, malam tanggal 15 Syakban.
Pada malam nisfu Syakban, semua doa dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya pada malam nisfu Syakban Allah SWT memandang kepada hamba-hamba-Nya, lalu Dia mengampuni semua hamba-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.
Nisfu Syakban tahun ini jatuh pada Jumat (14/2) sehingga dimulai sejak Kamis (13/2) bakda Magrib.
Di malam nisfu Syakban, kita dianjurkan salat hajat kemudian membaca surat Yasin sebanyak tiga kali.
Setelah Yasin pertama berdoa semoga diberi umur panjang untuk ibadah. Setelah Yasin kedua berdoa agar dijauhkan dari bala, musibah dan penyakit.
Setelah Yasin ketiga berdoa minta diberi rezeki yang barokah serta dipenuhi semua keperluan.
Alkisah, Nabi Isa alaihissalam suatu hari berjalan di bukit. Beliau kagum melihat sinar indah di atas bukit.
Allah SWT berfirman kepadanya; Hai Isa maukah kamu, Aku tunjukkan sesuatu yang lebih menakjubkan dari pada apa yang kamu lihat sekarang? Nabi Isa AS pun mengiyakan.
Baca Juga: Binrohtal, Lima Keutamaan Bulan Syakban
Tiba-tiba beliau melihat sinar indah itu bersumber dari batu besar.
Setelah didekati, batu itu tiba-tiba terbelah menjadi dua. Di dalam batu itu terdapat orang sangat tua sedang beribadah kepada Allah SWT.
Di depan orang tua itu terdapat minuman segelas susu dan buah anggur segar.
Nabi Isa bertanya; Hai orang tua, dari bangsa manusiakah anda atau dari bangsa jin?
Orang tersebut menjawab: Hai Nabi Isa, aku ini manusia biasa, bukan jin.
’’Hai orang tua, dari mana kamu mengetahui kalau aku ini Nabi Isa?’’
Dia menjawab: Ya, Nabi Isa, Allah SWT telah memberitahuku bahwa tidak akan ada orang yang dapat membuka batu ini kecuali Nabi Isa.
’’Dari mana minuman dan buah anggur ini?’’ Ia menjawab: Ini semua dari Allah SWT.
Jika aku lapar maka tiba-tiba datang buah anggur di depan saya, dan bila saya haus, tiba-tiba datang minuman air susu segar di depanku.
’’Hai orang tua, sudah berapa lama anda beribadah dalam batu ini?’’
Saya beribadah siang malam dalam batu ini sudah 400 tahun, dan selama itu pula saya tidak pernah melakukan dosa dan maksiat.
Nabi Isa kemudian bertanya kepada Allah SWT: Ya Allah, Tuhanku, masih adakah orang yang lebih baik dari pada orang ini, masih adakah orang yang pahalanya lebih banyak dari pada ibadahnya orang ini?
Kemudian Allah SWT berfirman: Sesungguhnya seseorang dari umat Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang menjumpai bulan Syakban, dan ia salat di malam nisfu Syakban, itu bagiku lebih utama dari pada ibadahnya orang ini selama 400 tahu.
Mendengar itu, Nabi Isa berkata: Aduh, alangkah bahagianya andaikan aku jadi umatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz