JombangBanget.id – Pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim bakal dilaksanakan di Malang Raya September mendatang.
Namun KONI Jombang hingga kini belum mengadakan seleksi atlet yang bakal dikirim.
Hal ini dikeluhkan pengurus cabang olahraga (cabor).
’’Harusnya KONI mengadakan Porkab (pekan olahraga kabupaten) untuk menyeleksi atlet yang akan dikirim ke Porprov dari setiap cabor,’’ kata Adhe Rengga Drestian, pengurus Forki Jombang.
Ia mengatakan, pemantauan di lapangan hanya bisa dilakukan oleh cabor yang jumlah atletnya terbatas.
Berbeda dengan cabang olahraga yang memiliki ratusan atlet. Seleksi bersama menjadi salah satu momen yang paling ditunggu sebelum Porprov.
’’Sebelum ke Porprov, idealnya harus ada Porkab,’’ katanya.
Porkab digelar untuk melakukan seleksi dari sekian banyak atlet di masing-masing kelas.
Melalui Porkab pelatih dapat melihat dan menilai, serta mengevaluasi kualitas dan performa masing-masing atlet.
Setelah Porkab, baru kemudian ke tahap pemusatan latihan kabupaten (puslatkab). Itu dilakukan untuk meningkatkan performa atlet sampai Porprov.
’’Itu juga kalau ada, guna mendapatkan hasil yang maksimal,’’ jelasnya.
Baca Juga: KONI Jombang Geber Persiapan Porprov Jatim 2025, Ini Targetnya
Karate bakal menggelar seleksi 6 Februari mendatang secara mandiri. Ada 15 kelas yang dipertandingkan.
Terdiri dari delapan kelas putra yang dipertandingkan di Porprov. Kata (seni) perorangan, kata beregu, kumite -55 kg, kumite -60 kg, kumite -67 kg, kumite -76 kg, kumite -84 kg dan kumite +84 kg.
Sementara yang putri tujuh kelas. Kata perorangan, kata beregu, kumite -50 kg, kumite -55 kg, kumite -61 kg, kumite -68 kg, dan kumite +68.
’’Juara 1 dan 2 nanti masuk tim Puslatkab Forki Jombang untuk Porprov 2025,’’ tegasnya.
Menurut Rengga, idealnya seleksi untuk ikut Porprov dilakukan H-1 tahun sebelum pelaksanaan.
Jika tidak bisa dilakukan, maka seleksi bisa dilakukan enam bulan sebelum pelaksanaan.
Sementara itu, Ketua KONI Jombang Sumarsono, mengatakan, pihaknya tidak bisa memutuskan untuk pelaksanaan porkab 2025.
Sebab anggaran Porkab berada di tangan Disporapar.
’’Hanya saja pelaksananya KONI Jombang. Jadi kami tidak bisa menjawab tahun ini ada Porkab atau tidak,’’ ucapnya.
Menurutnya, setiap cabor sudah menyiapkan atlet untuk ikut Porprov sejak Desember lalu.
Ia meminta kepada semua cabor untuk melakukan seleksi mandiri, atau pemantauan pelatih kepada atlet yang dinilai dapat diproyeksikan ke Porprov 2025.
’’Binpres (bidang prestasi) kemarin sudah keliling untuk konfirmasi ke cabor guna memastikan kesiapannya mengadapi Porprov, sampai hari ini (kemarin) belum tuntas kelilingnya,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz