JombangBanget.id - Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, Jombang, Gus M Hafidz Alhafiz, menjelaskan keutamaan salat.
’’Salat adalah mikrajnya orang mukmin, ketemu dan dialog dengan Allah SWT,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (24/1).
Sebagaimana dialog Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dengan Allah subhanahu wa ta’ala dalam Isra Mikraj.
Ketika bertemu Allah SWT, Nabi Muhammad SAW memberikan salam: Segala penghormatan, keberkahan, dan doa hanya untuk Allah.
Allah SWT kemudian membalas: Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah tercurah kepadamu wahai Nabi.
Nabi membalas lagi: Semoga keselamatan diberikan kepada kami dan seluruh hamba-hamba Allah yang saleh.
’’Jawaban itu menunjukkan Nabi selalu memikirkan umatnya. Nabi tidak mau yang mendapatkan keselamatan hanya dirinya. Nabi ingin agar semua umatnya juga selamat,’’ terangnya.
Nah, agar umatnya juga selamat, makanya diberi perintah salat.
’’Orang yang istiqamah salat lima pasti selamat dunia akhirat,’’ ungkapnya.
Alkisah, ada seorang lelaki yang dikenal sangat rajin salat, terutama salat malam (tahajud).
Ketika ia wafat, pada malam pertama setelah pemakaman, keluarganya bermimpi bertemu dengannya.
Baca Juga: Binrohtal, Ini Delapan Tanda Dikehendaki Allah SWT Jadi Orang Baik
Orang yang mati itu berkata: ’’Aku merasa sangat beruntung, karena amal salat yang aku lakukan selama hidupku terus memberikan manfaat meskipun aku sudah meninggal. Setiap kali aku mengerjakan salat, meskipun dengan sedikit kekhusyukan, Allah SWT menerima dan memberikan keberkahan. Bahkan setelah aku meninggal, amalanku yang paling besar adalah salat yang selalu aku jaga, dan hal itu membawa aku pada kedamaian yang aku rasakan di alam kubur.’’
Orang tersebut diberitahu oleh malaikat bahwa amal salatnya telah diterima dan menjadi penerang baginya di alam kubur.
Salat yang dilakukannya dengan istiqamah ternyata menjadi pembela bagi dirinya.
Malaikat menjelaskan bahwa orang yang berkomitmen untuk salat sepanjang hidupnya, terutama jika dia menjaga salat malam dengan ikhlas, maka Allah SWT akan menolongnya dengan keberkahan dari amal salatnya.
Ada juga kisah seorang wali Allah yang sangat istiqamah dalam salat.
Setelah wafatnya, keluarganya mendengar kabar dari salah seorang tetangga yang bermimpi bertemu dengan wali tersebut dan berkata,
’’Saya masih tetap bisa melihat salat yang saya lakukan semasa hidup saya terus berlanjut hingga saat ini, dan Allah memberiku balasan yang baik karena istiqamah dalam salat. Saya tidak pernah meninggalkan salat, meskipun dalam kondisi apapun. Salat adalah amalan yang selalu saya jaga sepanjang hidup saya.’’
Salat merupakan amalan yang memberikan pertolongan baik di dunia maupun di akhirat.
Orang yang istiqamah salat diberi Allah SWT penghormatan yang sangat mulia.
Rasulullah bersabda: Barang siapa menjaga salatnya, maka salat itu akan menjadi cahaya, petunjuk, dan penyelamat baginya pada hari kiamat.
Salat bukan hanya sekadar kewajiban fisik, tetapi merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, dan menjaga diri dari godaan dunia.
Dengan menjaga salat, kita juga menjaga kehidupan kita di dunia dan akhirat. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz