JombangBanget.id - Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan tanda orang yang dikehendaki Allah SWT jadi orang baik.
’’Tanda pertama yakni hatinya dibuka, mau menerima nasihat. Sehingga ilmu dan hidayah bisa masuk,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (20/1).
Suatu hari, ketika Umar bin Khattab RA sedang berkhotbah di mimbar, seorang sahabat bernama Abu Waqid al-Laitsi berdiri dan memberikan nasihat dengan tegas mengenai suatu masalah.
Umar tidak hanya mendengarkan nasihat tersebut dengan hati terbuka, tetapi juga berterima kasih kepada Abu Waqid.
’’Aku lebih senang mendengarkan nasihat daripada mengikuti hawa nafsu yang bisa menyesatkan,’’ kata Umar.
Kedua, iman yang disertai dengan keyakinan.
’’Rasulullah bersabda; Iman adalah separo keyakinan. Sedangkan yakin adalah iman yang sempurna.’’
Orang yang dikehendaki Allah jadi orang baik akan memiliki hati yang teguh dan tidak mudah tergoyahkan oleh apapun.
Ketiga, hati yang tenang.
Hati yang tenang akan selalu membawa seseorang pada keputusan yang tepat dan langkah hidup yang penuh dengan kedamaian.
Allah SWT berfirman dalam QS Ar-Ra'd 28. Sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.
Baca Juga: Binrohtal, Semua Muslim Harus Bersedekah
Hati yang tenang akan membawa seseorang pada kebijaksanaan dalam bertindak dan berpikir.
Keempat, selamat dari penyakit hati.
Seperti iri, sombong, dan dengki. Orang yang dikehendaki Allah SWT jadi orang baik, menjaga hati agar tetap bersih dan selamat dari segala bentuk kotoran hati.
Kelima, lisan yang jujur.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.
Seorang hamba senantiasa berkata jujur hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.
Lisan yang jujur mencerminkan keadaan hati yang bersih dan penuh dengan niat yang baik.
Orang yang dikehendaki Allah SWT jadi orang baik akan menjaga lisannya dari kebohongan dan perkataan yang menyakiti orang lain.
Keenam, akhlak yang kokoh. Ini mencerminkan pribadi yang sabar, rendah hati, dan penuh kasih sayang.
Seseorang yang memiliki akhlak yang kokoh akan selalu bertindak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan menjadi teladan bagi orang lain.
Ketujuh, telinganya tidak bosan mendengar nasihat.
Orang yang dikehendaki Allah SWT jadi orang baik, selalu siap menerima nasihat dan belajar dari orang lain.
Para sahabat Nabi Muhammad SAW selalu terbuka terhadap nasihat dan kritik.
Kedelapan, mata yang melihat kemudian mampu mengambil hikmah.
Nabi Muhammad SAW bersabda: Seseorang yang tidak dapat mengambil pelajaran dari apa yang dilihatnya, maka matanya adalah mata yang buta. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz