JombangBanget.id – Mulai 20 Januari nanti, PSID bakal menjalani laga babak 32 besar Liga 4 PSSI Jatim di Stadion Brawijaya Kediri.
Persiapan terganggu karena sampai kemarin mereka belum punya dana untuk menjalani pertandingan.
’’Kami sangat senang bisa lolos sampai 32 besar, tapi dilema juga karena anggaran sudah habis,’’ kata Manager PSID Jombang, Widiyawati.
Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk bisa mendapatkan dukungan dana. Termasuk mencari sponsor.
Hanya saja hingga kemarin yang didapatkan belum maksimal.
Ia berharap, Pemkab Jombang mampu menjadi penyambung lidah antara manajemen PSID dengan perusahaan-perusahaan di Jombang agar bisa memberikan bantuan.
’’Tim sudah sangat semangat, saya juga sudah menggunakan uang pribadi untuk mendanai PSID, sekarang sudah habis,’’ katanya.
Tidak hanya kesulitan dana untuk melakoni pertandingan di luar kota. Pemain PSID Jombang hingga kini juga tidak digaji.
Seluruh pemain mayoritas adalah anak-anak muda bahkan sudah bekerja dan berkeluarga.
Mereka rela membagi waktunya untuk membela klub kebanggaan warga Jombang.
’’Sampai sekarang tidak ada gaji yang setimpal untuk para pemain. Kami sebetulnya ingin memberikan apresiasi yang pantas. Mereka telah membela klub kebanggaan warga Jombang, tapi kami belum bisa memberikan yang terbaik, bahkan mereka mengorbankan waktu dan pekerjaannya untuk PSID,’’ urainya.
Baca Juga: PSID Jombang Menangi Pertandingan Pertama, Berikut Jadwal Grup I Liga 4 Jatim 2025
Widiya juga telah melakukan koordinasi dengan DPRD Jombang, Kamis (16/1).
’’Kami juga sudah koordinasi dengan Ketua DPRD Jombang, alhamdulillah beliau mendukung dan siap membantu,’’ katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, mengatakan, pihaknya kini telah melakukan beberapa upaya untuk mendukung PSID.
Salah satunya komunikasi dengan menghubungi forum CSR Kabupaten Jombang.
’’Kami coba sambungkan, nanti ditindaklanjuti dengan PSID yang mengajukan proposal,’’ ucapnya.
Menurutnya, biaya yang dibutuhkan PSID cukup besar, Jika sampai menang Liga 4 PSSI Jatim, maka biaya yang dibutuhkan Rp 350 juta.
’’Tapi kita fokus pada tiga pertandingan berikutnya saja, nilai yang dibutuhkan Rp 50-60 juta, sementara baru dapat Rp 20 juta,’’ terangnya.
Dukungan pemerintah diberikan dalam bentuk hibah KONI Jombang, untuk Askab PSSI Rp 150 juta, dan diberikan kepada PSID Jombang Rp 25 juta.
’’Itu juga sudah habis dipakai untuk pertandingan di Sidoarjo kemarin, di babak penyisihan grup,’’ terangnya.
Menurutnya, lolosnya PSID Jombang ke babak 32 besar menjadi salah satu hal yang membanggakan.
Harus menjadi perhatian semua pihak, karena PSID mampu bangkit dan menunjukkan prestasi.
’’Wajar kalau kita harus peduli, kalau tidak peduli itu tidak wajar. Kita harus tunjukkan dukungan untuk meningkatkan prestasi mereka, jangan sampai mereka yang sudah bertarung terbebani lagi dengan pendanaan,’’ ungkapnya.
PSID lolos dengan status runner-up grup I. Kini mereka tergabung di grup FF babak 32 besar.
Bersama Triple’s Kediri, Inter Kediri, dan Persenga Nganjuk. Pertandingan pertama 20 Januari pukul 15.00 WIB melawan Inter Kediri. Rabu (22/1) pukul 15.00 WIB melawan Persenga Nganjuk.
Serta Jumat (24/1) melawan Triple’s Kediri. Seluruh pertandingan dilaksanakan di Stadion Brawijaya Kediri. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz