Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

DPRD Jombang Prihatin Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Masih Tinggi

Azmy endiyana Zuhri • Kamis, 16 Januari 2025 | 19:21 WIB
DENGAR PENDAPAT: Komisi D DPRD Jombang melakukan hearing dengan sejumlah pihak terkait, Rabu (15/1).
DENGAR PENDAPAT: Komisi D DPRD Jombang melakukan hearing dengan sejumlah pihak terkait, Rabu (15/1).

JombangBanget.id – Tingginya angka kekerasan dan pelecehan seksual pada anak di Kabupaten Jombang mendapat respons kalangan DPRD Jombang.

Komisi D DPRD Jombang melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan  pihak-pihak terkait untuk menekan kasus tersebut.

Tidak hanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jombang, sejumlah organisasi seperti Women's Crisis Center (WCC) Jombang dan aliansi inklusi juga dilibatkan dalam RPD.

”Kami tadi hearing karena banyaknya kasus kekerasan anak. Kemudian pelecehan seksual selalu tinggi di Kabupaten Jombang,” ujar Erna Kuswati Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, (15/1).

Ia menyampaikan, dalam agenda tersebut pihaknya menghadirkan OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Sosial.

Mereka ingin mendengar pendapat guna mencari solusi permasalahan tersebut.

”Memang pelecehan seksual ini tidak bisa dihilangkan 100 persen. Akan tetapi bagaimana kita harus bisa memberikan edukasi untuk masyarakat agar bisa menekan kasus ini,” ungkapnya.

Salah satunya, dengan melakukan sosialisasi ke pelajar tentang kesehatan seksual dan reproduksi.

”Memang saat ini kurikulum yang spesifik membahas itu kan tidak ada. Ini memang kita tidak bisa kurikulum tersendiri,” katanya.

Sehingga, pihaknya meminta Dinas Kesehatan melalui puskesmas untuk mengoptimalkan sosialisasi tersebut.

”Jadi masalah ini tidak bisa diselesaikan satu OPD saja. Harus saling berkoordinasi dan bekerjasama,” terangnya.

Baca Juga: Angka Kekerasan Seksual di Jombang Tinggi, Pelakunya Didominasi Ayah Tiri

Selain itu, yang masih menjadi PR terkait dengan pernikahan dini juga harus diminimalisir. ”Kita juga harus bisa menekan angka pernikahan dini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pudji Umbaran tak menampik, angka kekerasan dan pelecehan terhadap anak cukup tinggi.

Sehingga perlu dilakukan sosialisasi. ”Memang sosialisasi ini sangat penting untuk dilakukan,” katanya.

Akan tetapi, sosialisasi ini juga harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan sampai nantinya menjadi dua mata pisau yang membahayakan.

”Sehingga sosialisasi yang dilakukan harus benar-benar matang. Dengan begitu hal positif yang akan didapatkan,” pungkasnya. (yan/ang)

Editor : Ainul Hafidz
#tinggi #angka #kekerasan #Jombang #Anak #seksual #Hearing