Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Peternakan Kambing di Desa Rejoagung Ploso Jombang Diprotes Warga, Ini Penyebabnya

Azmy endiyana Zuhri • Minggu, 12 Januari 2025 | 17:07 WIB
BAU: Peternakan kambing di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang yang diprotes warga (9/1).
BAU: Peternakan kambing di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang yang diprotes warga (9/1).

JombangBanget.id - Bau busuk dan suara bising peternakan kambing di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, diprotes warga.

Pasalnya, lokasi peternakan itu berada di sekitar rumah warga.

Limbah dari kotoran ternak memicu bau busuk serta kebisingan karena aktivitas peternakan.

Menurut Trios warga setempat, keberadaan ternak kambing di wilayah setempat membuat gaduh masyarakat.

Bau busuk dari kotoran ternak dan suara berisik membuat warga terganggu.

Tidak tinggal diam, Trios bersama warga lain sudah mengadukan masalah pencemaran lingkungan ini kepada pemerintah Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso dan Satpol PP Jombang.

’’Kami sudah mengadukan hal ini ke desa namun hingga kini tidak ada respons. Akhirnya kami mengirimkan surat aduan ke kecamatan dan Satpol PP dengan ditanda tangani beberapa perwakilan warga, namun juga belum ada tindak lanjut,’’ kata Trios (9/1).

Dia dan warga sekitar sudah tidak kuat dengan bau dan suara kambing yang menggangu.

’’Bahkan ada salah satu anak warga sekitar lokasi kandang sempat dibawa ke rumah sakit dan didiagnosa oleh rumah sakit menderita gangguan pernapasan (ISPA) dikarenakan tidak tahan dengan bau kotoran ternak,’’ urainya.

Kepala Desa Rejoagung, Sugeng, mengatakan ia sudah pernah mendatangi perternakan kambing tersebut karena mendapat aduan dari warga.

Namun pemilik perternakan masih berada di Korea.

Baca Juga: Sekdakab Jombang Angkat Bicara Soal Protes Pelatih dan Pengurus Cabor Jelang Popda Jatim

Warga terdampak bau busuk kandang kambing atau Domba DAFFA sebanyak kurang lebih 25 kepala keluarga (KK).

Sementara didalam peternakan DAFFA memiliki kapasitas 500 ekor, namun baru terisi kurang lebih 300 ekor.

’’Saya sudah mendatangi kandang itu pada 1 Januari dan hanya bertemu dengan karyawan yang berkerja disitu, setelah saya tanya pemilik kandangnya ada atau tidak, jawabnya masih ada di Korea,’’ ucap Sugeng. (yan/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#peternakan #diprotes #limbah #bau #warga #Desa #kambing #Rejoagung #Jombang #ternak #Ploso #kotoran