JombangBanget.id - Warga Dusun Budug, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan, Jombang mengeluhkan proyek pembangunan tower BTS (Base Transceiver Station) yang berdiri di dekat permukiman warga.
Warga khawatir, dampak radiasi bakal berdampak pada kesehatan warga.
Ema Widiawati, 30, salah satu mengatakan, pembangunan tower sudah dimulai sejak 2024 lalu.
Namun, meskipun banyak penolakan dari masyarakat, kegiatan pembangunan tetap berlanjut.
”Kami kemarin ke sana (proyek tower BTS) dan menemui pekerja untuk meminta dokumen perizinan, tapi dikasih,” ujar dia.
Ia mengatakan, salah satu alasan warga menolak pembangunan tower karena lokasi tower yang kontroversial sejak awal.
Sejumlah warga memprotes, jaraknya dekat dengan permukiman warga.
”Selain itu, kalau tanah ini dijual, pasti harganya akan hancur. Orang tidak mau membeli tanah yang dekat dengan tower seperti ini," tambahnya.
Selain itu, warga juga mengecam pihak perusahaan yang dinilai tak mengakomodir persetujuan warga.
Ia bersama sejumlah warga yang menyatakan penolakan, menyatakan diminta secara sepihak untuk menandatangani surat kosong di balai desa, tanpa penjelasan jelas tentang tujuannya.
”Kita sudah melaporkan keluhan kami ke berbagai instansi seperti DPRD, Satpol PP, kominfo, dinas PUPR, dan dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP), namun hingga kini proyek tetap berlanjut,” jelas dia.
Baca Juga: Ratusan Tower di Jombang Ilegal, Sekdakab: Kita Putus Operasional Listriknya
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi tak menampik jika ada laporan dari warga setempat terkait pembangunan tower BTS.
Namun, setelah dilakukan pengecekan, pembangunan tower BTS tersebut sudah mengantongi izin.
”Jadi, tower di Dusun Budug, Desa Tugusumberejo sudah pengajuan ke SIMBG, dan sudah terbit surat rekomtek dari PUPR tahun 2024,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz