JombangBanget.id – Jelang launching program makan bergizi gratis yang dijadwalkan 6 Januari 2025 mendatang, Pemkab Jombang mengaku masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
”Jadi sampai hari ini kita masih menunggu petunjuk teknis (juknis). Kita belum tahu, nanti pemda dilibatkan dalam bagian apa, jadi terkait tupoksinya kita menunggu juknis,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jombang dr Hexawan Tjahja Widada, kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (2/1).
Sampai dengan kemarin, kata dia, belum ada juknis perihal implementasi program makan bergizi gratis.
Namun demikian, ia tak menampik jika Kabupaten Jombang menjadi salah satu prioritas implementasi program makan bergizi gratis.
”Ya kemarin disampaikan Badan Gizi Nasional di pondok Denanyar akan dimulai 6 Januari,” jelas dia.
Secara teknis, kata dia, Badan Gizi Nasional telah menunjuk orang dari kementerian untuk memantau implementasi program makan bergizi gratis.
”Jadi sudah ada orang-orang yang ditunjuk oleh kementerian. Sedangkan tupoksi kita belum tahu,’’ jelas dia.
Tak hanya itu, Pemkab Jombang juga tak menganggarkan dalam APBD 2025 terkait implementasi program makan bergizi gratis.
”Kita belum ada anggaran, dan kemarin juga tidak (menganggarkan),’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah yang menjadi prioritas impelementasi program makan bergizi gratis.
Badan Gizi Nasional akan menyediakan sekitar 146 satuan pelayanan yang bertugas mengkoordinir implementasi program makan bergizi gratis.
Sesuai estimasi, anggaran per bulan per satuan pelayanan (satpel) mencapai sekitar Rp 900 juta.
”Se kabupaten, di Jombang ini akan dinaungi 146 satuan pelayanan,” kata Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana saat menghadiri kegiatan uji coba makan bergizi gratis di Ponpes Mambaul Maarif Denanyar Jombang beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, sudah menugaskan satu pegawai dari Badan Gizi Nasional untuk persiapan program makan bergizi gratis di Jombang.
Dalam teknisnya, pegawai dari Badan Gizi Nasional akan didampingi ahli gizi dan akuntan yang direkrut oleh lokal.
”Dan kemudian mereka akan dibantu oleh teknologi (pegawai) di dapur dengan jumlah sekitar sekitar 30-40 pegawai dari ibu-ibu untuk memotong sayur, masak, dll,’’ jelas dia.
Saat ini, kata dia, satuan layanan yang dimaksud sudah mulai bekerja. Rencananya, implementasi program makan bergizi gratis akan dimulai 6 Januari 2025.
”Nanti, 6 Januari kita launching,” papar dia. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz