Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Solusi Kreatif LSM Bank Sampah Matahari

Ainul Hafidz • Kamis, 2 Januari 2025 | 15:21 WIB
Intan Tri Wulan Desy Neng Saputri, mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang
Intan Tri Wulan Desy Neng Saputri, mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang

Permasalahan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan manusia.

Sampah yang dibiarkan menumpuk menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, virus, dan hama seperti tikus dan nyamuk.

Hal ini meningkatkan risiko penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan, diare, hingga demam berdarah.

Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan limbah, merupakan tanggung jawab bersama yang harus kita wujudkan.

Limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan mengganggu keseimbangan ekosistem.

Namun, di balik permasalahan tersebut, ada peluang untuk memperbaiki kondisi ini melalui pengelolaan sampah yang lebih baik.

Langkah-langkah seperti meningkatkan program daur ulang, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mengembangkan teknologi pengolahan limbah dapat menjadi solusi yang efektif.

Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci dalam mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan.

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Dawuhan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang.

Di Dusun Dawuhan terdapat Bank Sampah Matahari. Program bank sampah tersebut salah satunya, mengolah limbah plastik menjadi ide kreatif dan inovasi, yang menjadikan limbah dapat diolah menjadi produk bernilai dan juga membuka peluang ekonomi.

Pengolahan limbah yang dapat digunakan untuk kerajinan yaitu menggunakan sampah anorganik.

Seperti botol plastik polos, kaleng, kardus, botol-botol kemasan, botol kaca, dan tembaga. Limbah-limbah tersebut dapat di inovasikan menjadi rak minum, pot bunga, dan hiasan.

Setiap menjelang bulan puasa ibu-ibu setempat membuat kerajinan rak minuman. Memanfaatkan limbah plastik yang diolah dan diperjualkan.

Dengan bahan utamanya gelas kemasan dari teh gelas.

Dalam menganalisis penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik milik tokoh Herbert Blumer.

Berfokus pada bagaimana manusia berinteraksi melalui simbol, menciptakan makna, dan bagaimana makna tersebut membentuk perilaku sosial.

Bank Sampah Matahari ini membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomis dan ekologis, sehingga mendorong partisipasi aktif dalam solusi daur ulang melalui interaksi, edukatif dan pengalaman secara langsung. 

Bank sampah bukan hanya solusi untuk mengurangi limbah, tetapi juga langkah nyata menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan.

Dengan berkontribusi pada bank sampah, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi banyak orang.

Mari bersama-sama menjadi bagian dari perubahan ini, dimulai dari langkah kecil yang kita ambil hari ini untuk dunia yang lebih bersih dan lebih baik di masa depan.

Penulis:

Intan Tri Wulan Desy Neng Saputri

Mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Ainul Hafidz
#opini #solusi #kreatif #bank sampah #lsm #universitas muhammadiyah #Mahasiswa #Malang #Jombang #sampah #matahari